Logo-Remark-Asia-WhiteLogo – Re-Mark AsiaLogo-Remark-Asia-WhiteLogo-Remark-Asia-White
  • Home
  • Who we are
    • Brief history
    • Career with us
    • Clients
    • Legalities
    • Networking and partnership
    • Purpose and vision
    • Management
    • Our experience
    • Our Team
  • What we offer
    • Consultancy Services
      • Carbon Stock Assessment
      • Free Prior and Informed Consent
      • High Carbon Stock
      • High Conservation Value
      • Land Use Change Analysis
      • Participatory Mapping
      • Social Impact Assessment
    • Sustainability Audit
    • HCVN ALS Report
  • AiKnow
    • About AiKnow
    • Our Trainers
    • Courses
      • Top Courses
        • HCV ALS Lead Assessor Training
        • High Carbon Stock Training
        • Social Impact Assessment Training (SIAT)
      • HCV Concept Learning
      • HCV + HCS Integrated Lead Assessor Training Course
      • FPIC Concept Learning
      • Facilitator Training
      • In-house Training
    • Training & Activity
      • Training Calendar
      • Training Activity
      • Fieldtrip Activity
      • In-House Training
    • Quarterly Discussion
    • Program Mitra-AiKnow
      • Tokopedia
        • Prakerja
          • Sertifikat
    • Register
    • Contact Us
  • Knowledge
    • Bincang Buku
    • Catatan dari atas Sadel
    • Halaman DRM
    • Juru Buku
    • Membumi Lestari
    • Rubarubu
    • Sustainability 17A
  • Media & news
    • News
    • Galeri
    • Downloads
✕

Juru Buku #4 – The Politics of Climate Changes

  • Home
  • Media & news
  • News
  • Juru Buku
  • Juru Buku #4 – The Politics of Climate Changes
Published by remarker at Thursday January 18th, 2024
Categories
  • Juru Buku
Tags
  • 4
  • books
  • buku
  • juru.buku
  • JuruBuku
  • KnowledgeSharingSeries
  • read
  • readsharebooksempowering
  • remarkasia

Juru.Buku #4: The Politics of Climate Change

Eksekusi kesepakatan-kesepakatan yang dimulai sejak 1988 mengelola perubahan iklim nampak sangat sulit. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia PBB, kita berada di jalur untuk menghangatkan dunia pada 3–5 ° C pada akhir abad ini. Mengubah kapal ekonomi kita pada waktunya untuk menjaga pemanasan di bawah 1,5 ° C akan membutuhkan pemotongan emisi global sekitar setengah dalam hanya dua belas tahun (dihutung sejak 2018) dan sampai ke net-zero emisi karbon pada tahun 2050. Tidak hanya di satu negara tetapi di setiap bagian ekonomi utama.

Dua penulis buku yang berbeda latar keahlian ini mengupas topik perubahan iklim yang makin lengkap jika disandingkan. Hulme mengupas sesuai keahliannya dalam hard science. Dan Giddens mengupasnya dari sisi soft science, sosial politik. Sebagai peneliti perubahan iklim selama lebih dari tiga puluh tahun, Mike Hulme tentu paham peta detil pertarungan gagasan di sebutar isu itu. Mengapa sebagian orang membantah dan mengapa sebagian juga dengan gigih memberi peringatan keras soal bahaya yang dahsyat. Manusia tidak satu suara tentang perubahan iklim. Berbagai kepentingan telah menjadikan isu perubahan iklim arena perebutan kue ekonomi dan kekuasaan. Anthony Giddens, seorang ilmuwan sosial pun tak luput mengamati dinamika politik yang kencang dibalik isu ini. Sudah lebih dari 15 tahun setelah Hulme menerbitkan buku ini adakah lanskap yang berubah? Apakah Giddens juga melihat ada perubahan setelah sekian lama berdebat dan negosiasi? Hulme percaya bahwa perubahan iklim harus dipahami dalam konteks budaya yang berbeda seperti halnya sebuah fenomena fisik untuk dipelajari melalui praktik ilmiah universal. Perubahan iklim pada intinya mencakup ilmu pengetahuan dan masyarakat, baik pengetahuan dan budaya.

Mike Hulme adalah Profesor Iklim dan Budaya di King’s College, London, Inggris,
setelah sebelumnya bekerja selama 25 tahun di University of East Anglia, UK. Dia
mendirikan Pusat Riset Perubahan Iklim Tyndall dan merupakan Direktur dari tahun 2000–2007. Sementar itu Anthony Giddens adalah seorang sociologist Inggris yang dikenal dengan teori Strukturasi dan pandangan holistik masyarakat modern.

Penulis beberapa buku sosial politik yang meledak misalnya the Third Way: The Renewal of Social Democracy(1998). #RemarkAsia #KnowledgeSharingSeries #JuruBuku #juru.buku #readsharebooksempowering #read #books #buku #Juru.Buku#4

Share
0

Related posts

Thursday January 18th, 2024

Juru Buku #36 – Drowned in Malin Deman


Read more
Thursday January 18th, 2024

Juru Buku #35 – The World until Yesterday


Read more
Thursday January 18th, 2024

Juru Buku #34 – Kronik Undang- Undang Desa


Read more
Thursday January 18th, 2024

Juru Buku #33 – Fossil Future


Read more
© Copyright 2026 - Re-Mark Asia | All Rights Reserved
      Next January 18, 2024
      Juru Buku #5 - The Slow Fix

      Juru.Buku #5: The Fix Slow Seorang dokter memberikan resep untuk mengatasi gejala penyakit dan bukan mencari akar masalah pada pasien.…

      Previous December 11, 2020
      Juru Buku #3 - Unbored Adaventure

      Juru.Buku #3: Unbored Adaventure Author: Joshua Glenn & Elizabeth Foy Larsen Illustrator: Tony Leone, Mister Reusch, and Heather Kusunick UNBORED…

      Random September 15, 2020
      Cara Mengukur Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Perkebunan

      Sesi Online Learning dari Asia Institute of Knowledge (AiKnow) by Remark Asia kali ini membahas bagaimana cara mengukur emisi gas…