Generated by Rank Math SEO, this is an llms.txt file designed to help LLMs better understand and index this website. # Re-Mark Asia: Marking Sustainability. Future. Today. ## Sitemaps [XML Sitemap](https://re-markasia.com/sitemap_index.xml): Includes all crawlable and indexable pages. ## Posts - [Rubarubu #196 – Three Pillars of Organization and Leadership: Membangun Organisasi yang Hidup di Tengah Dunia yang Berubah –Bagian 2 dari 2 bagian–](https://re-markasia.com/three-pillars-of-organization-and-leadership-2/): Pada bagian awal Three Pillars of Organization and Leadership in Disruptive Times, para editor—Peter Wollmann, Frank Kühn, dan Michael Kempf—membangun sebuah suasana yang terasa sangat akrab dengan dunia modern: dunia yang bergerak terlalu cepat, penuh ketidakpastian, dan sering membuat organisasi kehilangan arah sebelum mereka sempat memahami apa yang sedang berubah. Buku ini tidak dibuka dengan optimisme teknologi yang naif, melainkan dengan kesadaran bahwa abad ke-21 adalah zaman disrupsi permanen. - [Rubarubu #196 – Three Pillars of Organization and Leadership: Membangun Organisasi yang Hidup di Tengah Dunia yang Berubah. –Bagian 1 dari 2 bagian–](https://re-markasia.com/three-pillars-of-organization-and-leadership/): Pertanyaan inilah yang menjadi latar penting dari Three Pillars of Organization and Leadership in Disruptive Times yang diedit oleh Peter Wollmann, Frank Kühn, dan Michael Kempf. Buku ini mencoba menjawab bagaimana organisasi dapat tetap hidup dan relevan di tengah dunia abad ke-21 yang dipenuhi percepatan teknologi, ketidakpastian geopolitik, globalisasi, digitalisasi, dan perubahan perilaku manusia. - [Rubarubu #195 – Settler Colonialism: Bukan Sekadar Peristiwa Sesaat, Ia Sebuah Struktur yang Terus Bekerja](https://re-markasia.com/settler-colonialism-bukan-sekadar-peristiwa-sesaat-ia-sebuah-struktur-yang-terus-bekerja/): “Setiap generasi,” katanya, “tanah kami di-mapping ulang.” Cerita ini adalah salah satu wajah paling nyata dari apa yang disebut Sai Englert sebagai settler colonialism—proyek kolonialisme yang bukan hanya mengeksploitasi penduduk asli, tetapi menggantikan mereka secara permanen. Bagi Englert, fenomena ini bukan sejarah yang sudah berakhir. Ia hidup di Palestina, di Kanada, di Australia, di Amerika Serikat, di Sahara Barat, dan dalam bentuk lebih terselubung, di berbagai sudut dunia. - [Rubarubu #194 – Watering the revolution: Dari Revolusi ke Pasar](https://re-markasia.com/watering-the-revolution-dari-revolusi-ke-pasar/): Kisah Sungai Nazas dan Presa Lázaro Cárdenas inilah yang menjadi titik tolak Mikael D. Wolfe dalam Watering the Revolution, sebuah karya yang membongkar mitos bahwa reformasi agraria Meksiko semata-mata tentang pembagian tanah. Wolfe menunjukkan bahwa justru air—dan teknologi untuk mengelolanya—menjadi medan pertarungan sesungguhnya di mana cita-cita revolusi, logika teknokratis, realitas lingkungan, dan aspirasi rakyat saling bertabrakan. - [Rubarubu #193 – The Ten Golden Rules of Leadership: Kepemimpinan Sejati Dimulai Dari Kualitas Manusia Yang Memimpin](https://re-markasia.com/the-ten-golden-rules-of-leadership-kepemimpinan-sejati-dimulai-dari-kualitas-manusia-yang-memimpin/): Berabad-abad kemudian, pertanyaan-pertanyaan itu ternyata belum selesai dijawab. Ketika dunia modern dipenuhi CEO selebritas, politik pencitraan, kecerdasan buatan, dan krisis moral korporasi, M. A. Soupios dan Panos Mourdoukoutas dalam The Ten Golden Rules of Leadership: Classical Wisdom for Modern Leaders kembali menoleh ke Yunani kuno untuk mencari sesuatu yang tampaknya hilang dari kepemimpinan modern: kebijaksanaan. (books.google.com) - [Rubarubu #192 – Humans: Sejarah Singkat tentang Kebodohan, Keangkuhan, dan Kegagalan Epik](https://re-markasia.com/humans-sejarah-singkat-tentang-kebodohan-keangkuhan-dan-kegagalan-epik/): Fakta ini menjadi titik tolak buku Tom Phillips, Humans: A Brief History of How We Fcked It All Up*. Seperti yang ia tulis: "Satu-satunya alasan kita tahu tentang dia adalah karena, secara blak-blakan, dia mengacau."   Bayangkan ironinya. Kematian tragis seorang individu—jatuh sendirian di hutan purba, mungkin menjerit memanggil ibunya yang tak akan datang—adalah awal dari cerita kita. Dan jika itu adalah awal, bagaimana dengan kelanjutannya? Phillips mengajak kita untuk melihat bahwa sejarah panjang spesies Homo sapiens, yang dengan angkuh menamai dirinya "manusia bijak" (padahal, seperti diingatkan Phillips, "kerendahan hati, jujur saja, tidak pernah menjadi ciri khas spesies kita"), adalah rentetan panjang kegagalan, kesalahan perhitungan, dan kekacauan yang tak disengaja. - [Rubarubu #191 – Team Human: Membangun Kembali Ruang Bersama](https://re-markasia.com/team-human-membangun-kembali-ruang-bersama/): Di sebuah ruang rapat di Silicon Valley, beberapa tahun lalu, seorang insinyur muda mempre-sentasikan metrik keberhasilan produknya: “engagement meningkat 37%, waktu layar peng-guna bertambah rata-rata dua jam per hari.” Ruangan itu hening sejenak—lalu tepuk tangan pecah. Tak ada yang bertanya apakah pengguna menjadi lebih bahagia, lebih terhubung secara nyata, atau justru semakin terisolasi. Kisah ini, yang berulang dalam berbagai bentuk di era ekonomi digital, menjadi contoh yang tepat untuk memahami gagasan utama Team Human karya Douglas Rushkoff: bahwa teknologi yang seharusnya memperkuat kemanusiaan justru sering kali memecahnya—dan kita harus memilih untuk tetap menjadi “tim manusia.” - [Rubarubu #190 – Velopedia: Tentang Bersepeda dalam 101 Infografik](https://re-markasia.com/velopedia-tentang-bersepeda-dalam-101-infografik/): Membaca buku ini seperti berjalan menyusuri sebuah galeri seni modern.  Tetapi alih-alih lukisan abstrak atau patung kontroversial, dinding-dindingnya dipenuhi oleh fakta-fakta mencengangkan tentang dunia balap sepeda. Ada grafik tentang kumis paling ikonik di peleton, peta tentang serangan solo terpanjang dalam sejarah Tour de France, dan diagram yang menjelaskan berapa banyak pesepeda profesional yang dibutuhkan untuk menyalakan alat pemanggang roti (jawabannya: tiga orang, jika mereka mengayuh dengan kekuatan penuh). Inilah pengalaman membaca Velopedia: The Infographic Book of Cycling karya Robert Dineen, sebuah buku yang diterbitkan oleh Aurum Press pada tahun 2018. Ini bukan sekadar buku, melainkan sebuah galeri pengetahuan. - [Rubarubu #189 – Organizational Culture and Leadership: Kekuatan Tak Terlihat](https://re-markasia.com/organizational-culture-and-leadership-kekuatan-tak-terlihat/): Sesuatu itu adalah budaya. Dari refleksi panjang inilah lahir Organizational Culture and Leadership — salah satu karya paling berpengaruh dalam studi kepemimpinan dan budaya organisasi modern. (Wiley, 2010). - [Rubarubu #188 – The Art and Adventure of Leadership: Sebuah Perjalanan Batin](https://re-markasia.com/the-art-and-adventure-of-leadership-sebuah-perjalanan-batin/): Dalam The Art and Adventure of Leadership, yang ditulis bersama Steven B. Sample dan Rob Asghar, ia tidak lagi berbicara tentang kepemimpinan sebagai seperangkat formula mekanis. Buku ini terasa lebih seperti refleksi filosofis dan manusiawi tentang bagaimana seseorang bertahan, gagal, bangkit, dan menemukan makna di tengah perjalanan memimpin. (Wiley) - [Rubarubu #187 – 29 Leadership Secrets: Pemimpin yang Mengguncang](https://re-markasia.com/29-leadership-secrets-pemimpin-yang-mengguncang/): Dari pengalaman itulah lahir buku 29 Leadership Secrets from Jack Welch karya Robert Slater — sebuah usaha menangkap filosofi kepemimpinan Welch yang keras, visioner, kontroversial, tetapi sangat berpengaruh terhadap dunia bisnis modern. (McGraw-Hill). - [Rubarubu #186 – The Man and His Bike: Ketika Ban Berbisik, Manusia Merenung](https://re-markasia.com/the-man-and-his-bike-ketika-ban-berbisik-manusia-merenung/): Bayangkan sejenak Anda berdiri telanjang di atas batu bulat kuno di pedesaan Belgia, pagi buta, kabut tebal menyelimuti, dan di tangan Anda tergenggam sebuah ban sepeda. Pemandangan ini absurd. Namun inilah salah satu adegan paling ikonik yang dilukiskan oleh Wilfried de Jong dalam bukunya yang memikat, The Man and His Bike. Adegan itu bukanlah sekadar kejutan untuk mengejutkan. Ia adalah metafora tentang kerentanan, tentang melepaskan segala kepura-puraan, dan tentang kembali ke esensi paling dasar dari bersepeda: tubuh telanjang, mesin sederhana, dan jalanan yang tidak pernah benar-benar ramah. - [Rubarubu #185 – Overheated: Kegagalan Pasa, Kegagalan Kapitalisme](https://re-markasia.com/overheated-kegagalan-pasa-kegagalan-kapitalisme/): Pada bulan September 2020, di tengah pandemi yang melumpuhkan, asap kebakaran hutan dari Pantai Barat Amerika Serikat mencapai Kota New York, mengubah langit siang menjadi jingga suram yang apokaliptik. Fenomena itu bukanlah kesalahan alam semata, melainkan konsekuensi dari sebuah sistem ekonomi yang telah mendorong planet ini melampaui batas-batasnya. Dalam momen itulah Kate Aronoff menyelesaikan bukunya, Overheated: How Capitalism Broke the Planet — and How We Fight Back. - [Rubarubu #184 – The Japanese Tea Ceremony: wa, kei, sei, jaku](https://re-markasia.com/the-japanese-tea-ceremony-wa-kei-sei-jaku/): Saat murid itu menerima mangkuk dengan kedua tangan, membaliknya dengan ritual yang ditentukan, dan menyesapnya, yang ia rasakan bukanlah sekadar rasa teh, melainkan sebuah realisasi yang menggetarkan: setiap gerakan, setiap objek, setiap kesunyian dalam ruang itu adalah sebuah puisi yang hidup tentang ketidakkekalan, kesederhanaan, dan harmoni. Itulah esensi dari Chanoyu (Jalan Teh), seperti yang diabadikan oleh A.L. Sadler dalam karya otoritatifnya, The Japanese Tea Ceremony. Buku ini bukan hanya panduan sejarah atau teknis; ia adalah sebuah pintu gerbang menuju filsafat Zen yang diwujudkan, di mana upacara minum teh menjadi meditasi dalam gerakan dan sekolah kehidupan. - [Rubarubu #183 – Tea Wisdom: Alam Semesta dalam Secangkir Teh](https://re-markasia.com/tea-wisdom-alam-semesta-dalam-secangkir-teh/): Tea Wisdom karya Aaron Fisher (yang juga dikenal sebagai "The Tea Doctor") menangkap esensi universal ini. Buku ini bukanlah buku sejarah atau panduan teknis tentang teh, melainkan sebuah antologi yang merayakan teh sebagai "jendela menuju filsafat hidup yang lebih tenang dan lebih penuh perhatian."  Teh adalah seni yang menyamar sebagai minuman (p. 15). - [Rubarubu #182 – Big Rural: Realitas Baru Pedesaan dan Pelajaran dari Appalachia](https://re-markasia.com/big-rural-realitas-baru-pedesaan-dan-pelajaran-dari-appalachia/): Cook Marshall, C. (2024). Big rural: Rural industrial places, democracy, and what next. Lexington Books.Collier, J. (2024). Advance praise for Big Rural. In C. Cook Marshall, Big rural: Rural industrial places, democracy, and what next. Lexington Books. Choice Reviews. (2024). Review of Big Rural. In C. Cook Marshall, Big rural: Rural industrial places, democracy, and what next. Lexington Books. Disney. (1995). Pocahontas .Gleach, F. W. (1997). Powhatan's World and Colonial Virginia. University of Nebraska Press.Miami University Libraries. (n.d.). Big rural: Rural industrial places, democracy, and what next. https://holmes.lib.miamioh.edu:443/search~S9?/aThomas%2C+Aiden%2C+author/athomas+aiden+author/-3%2C-1%2C0%2CB/frameset&FF=athomas+alexander+r&1%2C1%2C Rountree, H. C. (1990). Pocahontas's People: The Powhatan Indians of Virginia Through Four Centuries. University of Oklahoma Press.Thomas, A. R., & Fulkerson, G. M. (2024). Foreword. In C. Cook Marshall, Big rural: Rural industrial places, democracy, and what next. Lexington Books. Tilton, R. S. (1994). Pocahontas: The Evolution of an American Narrative. Cambridge University Press.Transnational Institute. (2026). Industrial politics from below: Reclaiming industrialization as a liberation agenda in Indonesia and beyond. https://www.tni.org/en/article/industrial-politics-from-below RUDN University Scientific Periodicals Portal. (n.d.). Review of Big Rural. RUDN Journal of Sociology. Townsend, C. (2004). Pocahontas and the Powhatan Dilemma. Hill and Wang.Victoria University Library. (n.d.). Big rural: Rural industrial places, democracy, and what next. http://library.vu.edu.au/record=b8363825  - [Rubarubu #181 – Thunder & Sunshine: Sebuah Epik 46.000 Mil di Atas Dua Roda](https://re-markasia.com/thunder-sunshine-sebuah-epik-46-000-mil-di-atas-dua-roda/): Rubarubu #181 - [Rubarubu #180 – The Bicycle in Wartime: Roda yang Tak Pernah Berhenti Berputar (Bagian 2 dari 2)](https://re-markasia.com/the-bicycle-in-wartime-roda-yang-tak-pernah-berhenti-berputar-2/): The Bicycle in Wartime bukanlah buku yang mudah dilupakan. Setelah menutup halaman terakhirnya, Anda tidak akan pernah memandang sepeda dengan cara yang sama. Sepeda yang teronggok di garasi atau bersandar di teras bukan lagi sekadar alat olahraga atau transportasi sehari-hari. Ia adalah sebuah artefak sejarah, sebuah mesin perlawanan, sebuah saksi bisu dari penderitaan dan kemenangan manusia. - [Rubarubu #180 – The Bicycle in Wartime: Roda yang Tak Pernah Berhenti Berputar (Bagian 1 dari 2)](https://re-markasia.com/the-bicycle-in-wartime-roda-yang-tak-pernah-berhenti-berputar/): Inilah gambaran yang dilukiskan dengan apik oleh Jim Fitzpatrick dalam bukunya yang monumental, The Bicycle in Wartime: An Illustrated History.  Fitzpatrick, seorang sejarawan kelahiran 1943, menghabiskan bertahun-tahun menelusuri jejak sepeda di medan pertempuran dari akhir abad ke-19 hingga Perang Vietnam. Hasilnya adalah sebuah karya yang tidak hanya informatif tetapi juga menggetarkan—sebuah ilustrasi sejarah yang membuktikan bahwa alat transportasi paling sederhana sekalipun bisa menjadi senjata paling efektif dalam situasi yang paling sulit. Inilah sepeda di pusaran api sejarah. - [Rubarubu #179 – Bicycle Justice and Urban Transformation: Sebuah Perjalanan Menuju Keadilan Bersepeda](https://re-markasia.com/bicycle-justice-and-urban-transformation-sebuah-perjalanan-menuju-keadilan-bersepeda/): Buku Bicycle Justice and Urban Transformation: Biking for All? yang diedit oleh Aaron Golub, Melody L. Hoffmann, Adonia E. Lugo, dan Gerardo F. Sandoval (2016) membongkar mitos pengendara sepeda putih kelas menengah. - [Rubarubu #178 – Scarcity in the Modern World: Kekeringan Cape Town dan Hantu Malthus](https://re-markasia.com/scarcity-in-the-modern-world-kekeringan-cape-town-dan-hantu-malthus/): Pada tahun 2018, Kota Cape Town di Afrika Selatan mengguncang dunia dengan pengumuman menakutkan: "Day Zero"—hari di mana pasokan air keran akan dimatikan secara total—hanya tinggal hitungan minggu. Warga antre dengan jerigen di titik-titik distribusi air, standar penggunaan air dibatasi hingga 50 liter per orang per hari, dan seluruh kota hidup dalam bayang-bayang kelangkaan absolut. Krisis ini bukan sekadar bencana alam, tetapi sebuah drama politik, ekonomi, dan sosial yang kompleks yang menunjukkan bagaimana kelangkaan sumber daya dapat mengubah tatanan masyarakat dengan cepat. "Scarcity in the Modern World: History, Politics, Society and Sustainability, 1800–2075" yang diedit oleh Fredrik Albritton Jonsson dkk. (2024) berangkat dari momen-momen genting semacam ini. - [Rubarubu #177 -Mutualism:Gerakan Perlawanan yang Konstruktif](https://re-markasia.com/mutualism-gerakan-perlawanan-yang-konstruktif/): Inilah inti dari Mutualisme, sebuah filosofi ekonomi dan sosial yang diperjuangkan oleh Sara Horowitz dalam bukunya, Mutualism: Building the Next Economy from the Ground Up (2021). Buku ini bukan sekadar analisis ekonomi, tetapi sebuah peta jalan praktis untuk membangun ketahanan dari bawah dengan prinsip saling percaya, gotong royong, dan kepemilikan bersama.  “Mutualisme adalah tentang membangun kekuatan bersama sebelum Anda membutuhkan-nya.” – Sara Horowitz. Ini adalah inti dari logika persiapan dan ketahanan proaktif. - [Rubarubu #176 – Curlew Moon: Sebuah Siluet di Tepi Lumpur](https://re-markasia.com/curlew-moon-sebuah-siluet-di-tepi-lumpur/): Garis-garis halus dan cembung dari siluet burung ini sungguh memikat. "Mereka menyentuh ketertarikan purba yang kita miliki terhadap bentuk-bentuk yang bulat dan mulus," tulis Mary Colwell dalam kalimat pembuka bukunya yang indah, Curlew Moon. Burung itu adalah Numenius arquata, yang dalam bahasa Latin berarti "burung berparuh busur bagaikan bulan sabit baru."  - [Rubarubu #175 – CEO Succession: Seni Menjaga Kesinambungan](https://re-markasia.com/ceo-succession-seni-menjaga-kesinambungan/): Pada akhir Maret 1996, sebuah pesawat yang membawa delegasi dagang Amerika Serikat jatuh di pegunungan Bosnia. Di antara korban tewas terdapat Ron Brown, Menteri Perdagangan AS, dan Robert A. Whittaker, seorang eksekutif senior dari Foster Wheeler Corporation. Kisah tragis ini menjadi pembuka yang sangat kuat dalam buku CEO Succession karya Dennis C. Carey, Dayton Ogden, bersama Judith A. Roland. Peristiwa itu bukan sekadar tragedi personal, melain-kan cermin rapuhnya dunia korporasi modern: sebuah perusahaan raksasa dapat terguncang hanya karena satu figur penting hilang secara tiba-tiba. - [Rubarubu #174 – The Road Headed West: Bekal Keberanian 6.000 Mil Menuju Barat (Bagian 2 dari 2)](https://re-markasia.com/the-road-headed-west-bekal-keberanian-6-000-mil-menuju-barat-2/): Pada akhirnya, The Road Headed West bukanlah buku tentang bersepeda. Ia adalah buku tentang menjadi manusia. Tentang memiliki mimpi yang terlalu besar dan terlalu gila, lalu mewujudkannya, lalu menemukan bahwa perasaan setelah mewujudkannya tidak seperti yang Anda bayangkan, lalu memutuskan untuk bermimpi lagi. Karena, seperti yang ditulis McCarron di halaman terakhirnya, perjalanan yang paling penting bukanlah yang Anda lakukan dengan kaki Anda, tetapi yang Anda lakukan dengan hati Anda. Dan perjalanan itu, untuk semua orang, tidak pernah benar-benar berakhir. - [Rubarubu #174 – The Road Headed West: Bekal Keberanian 6.000 Mil Menuju Barat (Bagian 1 dari 2)](https://re-markasia.com/the-road-headed-west-bekal-keberanian-6-000-mil-menuju-barat/): Buku The Road Headed West—sebuah karya yang ditulis oleh Leon McCarron dan diterbitkan oleh Skyhorse Publishing pada tahun 2014, memaparkan pengalamannya mengayuh 6000 mil dengan hanya berbekal tekad dan keberanian.  Ia tak banyak mengetahui apapun selain itu. Buku ini bukanlah panduan teknis bagi pesepeda ulung, juga bukan catatan perjalanan seorang ahli petualangan. Ia adalah kisah mentah, jujur, dan kadang lucu tentang seorang pemula yang memutuskan untuk menyeberangi Amerika dengan sepeda, dari New York ke Seattle, lalu turun ke selatan hingga perbatasan Meksiko—total 6.000 mil atau setara 9.656 km, dalam lima bulan. - [Rubarubu #173 – The Wild Places: Mencari dan Menelusuri Kelebatan](https://re-markasia.com/the-wild-places-mencari-dan-menelusuri-kelebatan/): Robert Macfarlane dalam bukunya The Wild Places (Penguin Books, 2007) melakukan perjalanan untuk menelusuri tempat-tempat lebat, liar yang masih tersisa. Buku ini kemudian memenangkan Boardman Tasker Prize pada tahun yang sama.  Ia memulai dengan sebuah pertanyaan sederhana yang ternyata sangat sulit dijawab: Apakah masih ada tempat-tempat liar yang tersisa di Kepulauan Inggris dan Irlandia? Bukan "hutan belantara" ala Alaska atau Siberia, tetapi wild places—tempat-tempat yang masih menyisakan denyut kehidupan yang tidak sepenuhnya dijinakkan oleh manusia. - [Rubarubu #172 – The Four Speeches: Visi, Krisis, Nilai, Transformasi](https://re-markasia.com/the-four-speeches-visi-krisis-nilai-transformasi/): Dalam konteks inilah Bård Norheim dan Joar Haga menulis The Four Speeches Every Leader Has to Know. Buku ini berangkat dari keyakinan sederhana tetapi sangat mendalam: kepemimpinan pada akhirnya selalu berhubungan dengan kemampuan berbicara kepada manusia tentang makna, arah, harapan, dan tanggung jawab. - [Rubarubu #171 – Moods of Future Joys:keberanian sejati untuk bergerak maju](https://re-markasia.com/moods-of-future-joys-keberanian-sejati-untuk-bergerak-maju/): Pada suatu pagi yang kelabu di Yorkshire, seorang pemuda Inggris mendorong sepedanya keluar dari halaman rumah, membawa lebih banyak keraguan daripada kepastian. Ia belum terkenal, belum menjadi National Geographic Adventurer of the Year, belum dikenal sebagai penggerak gerakan microadventure. Ia hanya seorang lulusan muda yang gelisah oleh rutinitas dan rasa takut menjadi “normal.” Pemuda itu adalah Alastair Humphreys, dan momen keberangkatannya itulah yang kemudian menjadi inti kisah dalam Moods of Future Joys: Around the World by Bike – From England to South Africa, Part One (Eye Books, 2014). - [Rubarubu #170 – Follow the Flock: Antara Eksploitasi dan Kesadaran Baru](https://re-markasia.com/follow-the-flock-antara-eksploitasi-dan-kesadaran-baru/): Di suatu desa terpencil di pegunungan Yorkshire, domba-domba merumput di antara batu-batu tua dan ladang hijau yang telah diolah manusia selama ribuan tahun. Sally Coulthard memulai Follow the Flock: How Sheep Shaped Human Civilization (Pegasus Books, 2021) dengan kisah sederhana seperti ini—hubungan tak terputus antara manusia dan domba, yang ternyata menjadi benang merah peradaban manusia. Dari kulit dan wol hingga makanan dan mitos, Coulthard menunjukkan bahwa domba bukan sekadar hewan ternak, melainkan “makhluk penggerak sejarah.” Ia menulis, “Sheep are our quiet companions through the ages; their bleats echo in the story of civilization.” Buku ini adalah perjalanan lintas waktu yang melacak bagaimana hewan lembut ini membentuk ekonomi, teknologi, budaya, bahkan politik dunia. - [Rubarubu #169 – Essayism: Merayakan Kegagalan sebagai Bentuk Pencarian Makna](https://re-markasia.com/essayism-merayakan-kegagalan-sebagai-bentuk-pencarian-makna/): Pengalaman masa muda itulah yang kelak melahirkan Essayism: On Form, Feeling, and Nonfiction(2017), sebuah buku yang sulit didefinisikan—sebagaimana subjek yang dibicarakan. Dillon, yang kini mengajar di Royal College of Art London, menulis buku yang sekaligus menjadi tiga hal: kajian kritis tentang sejarah dan praktik esai, memoar personal tentang pergulatannya dengan depresi, dan demonstrasi nyata bagaimana esai itu sendiri bekerja. Buku ini diterbitkan oleh Fitzcarraldo Editions di London dan New York Review Books di New York. - [Rubarubu #168 -Cyclopedia: Kisah Manusia dalam Ensiklopedia Para Goweser](https://re-markasia.com/cyclopedia-kisah-manusia-dalam-ensiklopedia-para-goweser/): Itulah keterangan tentang ABDUZHAPAROV, Djamolidin (l. Uzbekistan, 1964), kata pertama pada lema (entry) Cyclopedia karangan William Fotheringham. - [Rubarubu #167 (bagian 2 dari 2) – The Way of Tea: Merenungi Keheningan dalam Secangkir Teh](https://re-markasia.com/the-way-of-tea-merenungi-keheningan-dalam-secangkir-teh-2/): Setelah delapan bab pertama membawa kita menyelami kedalaman batin—keheningan, kehadiran, kejernihan, dan penerimaan—kini Aaron Fisher mengajak kita melihat ke luar. Empat bab terakhir dalam The Way of Tea ini—Quietude (hal. 151), Teaware (hal. 157), The Tea Space (hal. 167), dan A Life of Tea (hal. 181) —adalah tentang bagaimana pengalaman batin itu menemukan ekspresinya di dunia nyata. Bukan lagi tentang apa yang terjadi di dalam diri kita saat minum teh, tetapi tentang bagaimana kita merawat benda-benda teh, menciptakan ruang untuknya, dan pada akhirnya, mengintegrasikannya ke dalam seluruh aspek kehidupan. - [Rubarubu #167 (bagian 1 dari 2) – The Way of Tea: Merenungi Keheningan dalam Secangkir Teh](https://re-markasia.com/the-way-of-tea-merenungi-keheningan-dalam-secangkir-teh/): Di hadapan biksu tua itu, Fisher menuangkan teh ke dalam cawan. Bukan sekadar menyeduh daun dalam air panas, tapi sebuah persembahan keheningan. Biksu itu akhirnya bersuara, "Kau tidak perlu mencari Tao. Tao ada dalam caramu menuang teh." Pertemuan singkat itu menjadi benih yang kelak tumbuh menjadi buku kecil namun padat makna: The Way of Tea: Reflections on a Life with Tea (2010). - [Rubarubu #166 – Messy: Sebuah Pembelaan untuk Kekacauan](https://re-markasia.com/messy-sebuah-pembelaan-untuk-kekacauan/): Tim Harford dalam bukunya yang provokatif, Messy: The Power of Disorder to Transform Our Lives (2016) mengisahkan tentang itu. Seorang ekonom dan jurnalis Financial Times yang mengaku dirinya sendiri seorang yang sangat teratur, Harford menulis buku ini sebagai bentuk "pengobatan diri sendiri"—sebuah upaya untuk meyakinkan dirinya dan kita bahwa hasrat kita terhadap kerapian seringkali telah melampaui batas kewajaran. - [Rubarubu #165 – The Poetic Species: Dua Spesies, Satu Percakapan](https://re-markasia.com/the-poetic-species-dua-spesies-satu-percakapan/): Lee Briccetti, Direktur Eksekutif Poets House dan penulis kata pengantar buku The Poetic Species ini, berdiri di hadapan mereka. Ia adalah wanita yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mempertemukan puisi dengan publik. Dan malam itu, ia mempertemukan puisi dengan sains. - [Rubarubu #164 – The last tree on Easter Island: Sebuah Pulau di Tengah Sunyi](https://re-markasia.com/the-last-tree-on-easter-island-sebuah-pulau-di-tengah-sunyi/): Buku The Last Tree on Easter Island adalah bagian dari seri Green Ideas yang diterbitkan oleh Penguin pada tahun 2021. Dalam edisi ringkas namun kuat ini, Diamond, profesor geografi di UCLA dan pemenang Pulitzer Prize untuk Guns, Germs, and Steel, menyaring bab "Twilight at Easter" dari bukunya yang monumental, Collapse: How Societies Choose to Fail or Succeed(2005), menjadi sebuah narasi yang ringkas namun menusuk. - [Rubarubu #163 – Man’s War Against Nature: Sebuah Peringatan dari Rachel Carson yang Tak Pernah Usang](https://re-markasia.com/mans-war-against-nature-sebuah-peringatan-dari-rachel-carson-yang-tak-pernah-usang/): Buku Man's War Against Nature yang diterbitkan oleh Penguin sebagai bagian dari seri Green Ideas pada tahun 2021 adalah sebuah edisi ringkas yang menghadirkan kembali pemikiran-pemikiran paling penting dari Rachel Carson. Dalam sembilan puluh halaman yang padat namun membumi, Carson dengan presisi seorang ilmuwan dan kesederhanaan sebuah fabel mengungkapkan bagaimana pestisida buatan manusia telah menghancurkan satwa liar, menciptakan dunia dengan sungai-sungai yang tercemar dan burung-burung penyanyi yang membungkam. Meskipun edisi ini terbit hampir enam dekade setelah Silent Spring pertama kali mengguncang dunia pada tahun 1962, pesan Carson terasa semakin mendesak di tahun 2026, ketika kita masih berhadapan dengan krisis bahan kimia beracun yang tak kunjung usai. - [Rubarubu #162 – All Art is Ecological:  Hidup di Zaman Kepunahan Massal](https://re-markasia.com/all-art-is-ecological-hidup-di-zaman-kepunahan-massal/): Timothy Morton, seorang filsuf dari Rice University yang karyanya telah mengubah cara kita memahami hubungan antara manusia dan alam, membuka buku All Art is Ecological dengan sebuah judul yang sengaja dibuat ambigu: "And You May Find Yourself Living in an Age of Mass Extinction."  Perhatikan kata "may" (mungkin). Mengapa tidak "you are"? Mengapa tidak "you are definitely living"? - [Rubarubu #161 – Demokrasi Spesies: Belajar Mendengar Bahasa Alam Bersama Robin Wall Kimmerer](https://re-markasia.com/demokrasi-spesies-belajar-mendengar-bahasa-alam-bersama-robin-wall-kimmerer/): "Tirani satu spesies" adalah frasa yang menghantam keras. Selama beberapa abad terakhir, umat manusia—khususnya peradaban industrial Barat—telah bertindak seolah-olah kita adalah satu-satunya spesies yang penting. Kita telah menaklukkan, membajak, menebang, menggali, membunuh, dan mengkonsumsi tanpa pernah bertanya apakah makhluk lain setuju. Kimmerer mengusulkan sebuah alternatif: demokrasi spesies, di mana setiap makhluk memiliki suara, memiliki hak untuk hidup, dan memiliki tempat di meja perundingan. - [Rubarubu #160 – Riding More with Less: Merawat Roda di Tengah Rimba Sampah](https://re-markasia.com/riding-more-with-less-merawat-roda-di-tengah-rimba-sampah/): Lalu bayangkan sejenak, Anda sedang berdiri di depan sepeda kesayangan yang tiba-tiba mogok. Rantainya lepas, atau mungkin remnya sudah tidak seperti dulu. Pikiran pertama yang muncul mungkin sederhana: "Bawa ke bengkel saja." Atau, jika Anda lebih modern dan serba cepat, "Beli baru saja, biar praktis." Di sinilah Sam Tracy, dalam pengantar bukunya yang berjudul Riding More with Less: A Future for Bike Repair (2024), memulai sebuah pertanyaan yang mengganggu. Ia tidak serta-merta menyalahkan kebiasaan kita. Justru, dengan rendah hati ia mengakui bahwa toko sepeda lokal memang pantas mendapatkan dukungan kita. "Precious few strike it rich fixing bikes," tulis Tracy, "and our business helps ensure their continuing presence" . - [Rubarubu #159 – Mountain Biking, Culture and Society: Lebih dari Sekadar Gowes di Tanah Terjal](https://re-markasia.com/mountain-biking-culture-and-society-lebih-dari-sekadar-gowes-di-tanah-terjal/): Gerakannya begitu lekas dan sigap.  Berkelebat dan lenggak lenggok diantara kekar pepohonan.  Deras meluncur dengan debu yang mengepul di belakang roda sepeda saat meluncur menuruni lereng, semburat senja menyelinap di sela-sela pepohonan, dan detak jantung yang berpacu seirama dengan getaran tanah. Itulah gambaran romantik bersepeda gunung. Bagi Jim Cherrington dan tiga belas lebih kontributor dalam bukunya yang berjudul Mountain Biking, Culture and Society (2024), aktivitas ini bukan sekadar pelarian sesaat dari hiruk-pikuk kota. Lebih dari itu, sepeda gunung adalah cermin yang memantulkan gelombang besar pergulatan sosial, politik, dan lingkungan yang sedang membentuk—atau bahkan mengancam—wajah peradaban kita saat ini. - [Rubarubu #158 – Biking Uphill in the Rain: Kegigihan Kota di Atas Dua Roda](https://re-markasia.com/biking-uphill-in-the-rain-kegigihan-kota-di-atas-dua-roda/): Apa jadinya jika sebuah kota yang terkenal dengan dua hal: curah hujan yang hampir tak pernah berhenti dan topografi berbukit yang membuat napas tersengal. Logika sederhana akan berkata: kota seperti itu tidak mungkin menjadi surga bagi pesepeda. Namun, Seattle justru dinobatkan sebagai best bike city in the United States oleh majalah Bicycling . Bagaimana ini bisa terjadi? Inilah pertanyaan yang coba dijawab oleh Tom Fucoloro dalam bukunya yang memikat, Biking Uphill in the Rain: The Story of Seattle from behind the Handlebars. - [Rubarubu #157 – Pedaling to Lunch:  Pengalaman Gowes ke Warung-warung Lokal](https://re-markasia.com/pedaling-to-lunch-pengalaman-gowes-ke-warung-warung-lokal/): Buku Pedaling to Lunch: Bike Rides and Bites in Northeast Ohio yang terbit pada tahun 2009 ini adalah catatan perjalanan dua puluh tur sepeda yang melintasi enam belas county di Ohio, sebuah negara bagian di Amerika Serikat. Ohio adalah sebuah negara bagian di kawasan Midwest Amerika Serikat yang sering disebut sebagai "jantung Amerika" karena posisinya yang unik. Seperti yang diungkapkan oleh penulis pemenang Pulitzer asal Ohio, Louis Bromfield, "Ohio adalah wilayah paling barat dari timur, dan paling timur dari barat, paling utara dari selatan dan paling selatan dari utara." - [Rubarubu #156 – Pedaling Revolution: Pesepeda yang Mengubah Wajah Kota-Kota Amerika](https://re-markasia.com/pedaling-revolution-pesepeda-yang-mengubah-wajah-kota-kota-amerika/): Inilah gambaran yang dilukiskan oleh Jeff Mapes dalam bukunya Pedaling Revolution: How Cyclists Are Changing American Cities, sebuah karya jurnalistik yang diterbitkan oleh Oregon State University Press pada tahun 2009. Mapes, seorang wartawan politik senior di The Oregonian yang telah lama menjadi pesepeda komuter, tidak menulis sebagai akademisi yang kering atau aktivis yang menggurui. Ia menulis sebagai seorang pengamat yang penasaran, yang ingin memahami mengapa kota-kota di Amerika—yang selama puluhan tahun dibangun untuk mobil—kini mulai digerogoti oleh gerakan sepeda yang perlahan namun pasti. - [Rubarubu #155 – HYGGE: Kisah Di Balik Kesederhanaan](https://re-markasia.com/hygge-kisah-di-balik-kesederhanaan/): Bayangkan sore musim dingin di Copenhagen. Matahari tenggelam lebih cepat daripada yang bisa diikuti oleh ritme kerja kantor. Dalam gelap yang begitu cepat itu, lilin-lilin kecil dinyalakan di setiap jendela, menciptakan suasana yang lembut dan menenangkan. Keluarga dan teman berkumpul di ruang tamu yang hangat dengan selimut, teh panas, dan percakapan ringan yang tidak terburu-buru. Kebahagiaan di sini bukan tentang pesta besar atau tiket liburan mewah, melainkan tentang keheningan bersama yang nyaman—hygge.  - [Rubarubu #154 – The imperfectionists: Berdamai dengan Ketidaksempurnaan](https://re-markasia.com/the-imperfectionists-berdamai-dengan-ketidaksempurnaan/): Ada sebuah kisah tentang robot pemburu yang sempurna dan meteorit yang melenceng. Pada 2019, para ilmuwan dan insinyur di misi antariksa Hayabusa2 Jepang menghadapi dilema yang menegangkan. Setelah tahun-tahun perencanaan teliti dan pemrograman robot penjelajah mereka, MASCOT, untuk mendarat di area datar dan aman di asteroid Ryugu, mereka menemu-kan sesuatu yang tak terduga: seluruh permukaan asteroid itu ternyata dipenuhi batu besar. Tidak ada "lokasi pendaratan sempurna." Dalam buku The Imperfectionists, kisah ini menjadi metafora yang kuat. Alih-alih membatalkan misi atau berusaha mati-matian menemukan tempat yang tidak ada, tim tersebut melakukan sesuatu yang radikal: mereka merangkul ketidaksempurnaan. Mereka memprogram ulang MASCOT untuk tidak mencari dataran, tetapi untuk "menerima dan bereaksi"—mendarat di mana pun, kemudian memantul dan berguling hingga berhenti, sambil terus mengumpulkan data. - [Rubarubu #153 – The Anxious Achiever: Membajak Energi Kecemasan](https://re-markasia.com/the-anxious-achiever-membajak-energi-kecemasan/): Morra Aarons-Mele, seorang pakar pemasaran terkemuka yang telah bekerja dengan para CEO dan politisi papan atas, berdiri di belakang panggung sebelum memberikan pidato utama. Alih-alih perasaan percaya diri, yang menghantuinya adalah serangan panik. Jantungnya berdebar kencang, pikirannya berkabut, dan suara di kepalanya berteriak, "Kamu tidak bisa melakukan ini. Mereka akan tahu kamu adalah seorang penipu." Dalam The Anxious Achiever: Turn Your Biggest Fears Into Your Leadership Superpower (2023), Aarons-Mele, penulis buku itu, mengungkapkan momen-momen seperti ini dengan jujur, dan kemudian menyatakan sebuah paradoks yang menjadi inti bukunya: "Kamu tidak perlu menyembuhkan kecemasanmu untuk menjadi pemimpin yang hebat. Bahkan, kecemasanmu mungkin adalah salah satu sumber kekuatan terbesarmu—jika kamu belajar untuk bekerja dengannya, bukan melawannya." (Aarons-Mele, 2023, p. 15). - [Rubarubu #152 – Richard’s 21st-Century Bicycle Book: Warisan Seorang Visioner di Atas Dua Roda](https://re-markasia.com/richards-21st-century-bicycle-book-warisan-seorang-visioner-di-atas-dua-roda/): Dari momen epifani itulah lahir Richard's Bicycle Book pada tahun 1972—sebuah buku yang oleh The New York Times disebut sebagai "bacaan terbaik, satu-satunya buku bagus yang pernah ditulis untuk pesepeda amatir."  Hampir tiga dekade kemudian, pada tahun 2001, Ballantine—yang kini lebih tua, lebih bijaksana, tetapi dalam banyak hal juga "lebih muda" berkat semangatnya yang tak pernah padam—menghadirkan Richard's 21st-Century Bicycle Book. - [Rubarubu #151 – Culture on Two Wheels:  Kayuhan Sepeda dalam Sastra dan Film](https://re-markasia.com/culture-on-two-wheels-kayuhan-sepeda-dalam-sastra-dan-film/): Sejak saat itu, sepeda bukan hanya mesin dua roda; ia menjadi metafora modernitas, emansipasi, dan bahkan kegagalan manusia yang lucu. Kisah inilah yang menjadi pintu masuk simbolik ke dalam buku Culture on Two Wheels: The Bicycle in Literature and Film, disunting oleh Jeremy Withers dan Daniel P. Shea, dengan kata pengantar oleh Zack Furness, diterbitkan oleh University of Nebraska Press pada 2016. - [Rubarubu #150 – Bicycle History: Merekam Masa Lalu untuk Masa Depan](https://re-markasia.com/bicycle-history-merekam-masa-lalu-untuk-masa-depan/): “Bicycle History” mengeksplorasi perjalanan menakjubkan sepeda, mengungkap pengaruhnya yang mendalam terhadap masyarakat dan teknologi. Lebih dari sekadar alat transportasi, sepeda memicu perubahan sosial, memengaruhi urbanisasi, bahkan turut berdampak pada gerakan hak pilih perempuan. Buku ini menelusuri evolusi sepeda dari konstruksi kayu sederhana hingga model canggih masa kini, sekaligus menyoroti perannya dalam olahraga, rekreasi, dan berbagai arus besar sejarah. - [Rubarubu #149 – Old Wheelways: Melacak Para Landseeērs](https://re-markasia.com/old-wheelways-melacak-para-landseeers/): Pada suatu pagi yang hening di pedesaan New England, seorang pesepeda berhenti di tepi jalan makadam tua yang kini hampir tak digunakan. Di sela rerumputan, ia melihat sisa-sisa per-kerasan batu yang rapi—terlalu rapi untuk sekadar jalan tani biasa. Itulah salah satu jejak “wheelway,” jalur sepeda akhir abad ke-19 yang pernah menjadi simbol modernitas. Peman-dangan seperti inilah yang menggerakkan Robert L. McCullough menulis Old Wheelways: sebuah upaya membaca lanskap sebagai arsip terbuka sejarah bersepeda. - [Rubarubu #148 – Process!: Cara Membebaskan Anda dan Bisnis](https://re-markasia.com/process-cara-membebaskan-anda-dan-bisnis/): Dalam buku mereka, PROCESS!: How Discipline and Consistency Will Set You and Your Business Free (2022), Paton dan González menyatakan dengan tegas: "Kebebasan sejati bagi pemilik bisnis dan tim mereka tidak datang dari menghindari proses, tetapi dari merangkulnya. Proses bukanlah belenggu birokrasi; proses adalah jalan keluar dari kekacauan." (Paton & González, 2022, p. 5). Buku ini adalah peta jalan bagi para entrepreneur, pemimpin, dan tim yang lelah dengan "sirkus pemadaman kebakaran" sehari-hari dan ingin membangun bisnis yang dapat berjalan dengan andal—bahkan ketika mereka tidak ada di sana. - [Rubarubu #147 – Sensitive:  Revolusi yang Menguntungkan Semua Orang](https://re-markasia.com/sensitive-revolusi-yang-menguntungkan-semua-orang/): Namun, dalam buku Sensitive: The Power of a Thoughtful Mind in an Overwhelming World, Jenn Granneman dan Andre Sólo (2023) membalik narasi ini. Mereka mengangkat kisah Sam—dan sekitar 30% populasi manusia yang memiliki sifat high sensitivity—bukan sebagai cerita tentang kerapuhan, tetapi sebagai kisah tentang sebuah kekuatan saraf yang luar biasa. Mereka menulis, “Orang yang peka tidak rusak. Mereka tidak perlu diperbaiki. Mereka hanya mengalami dunia secara berbeda—lebih dalam, lebih lengkap, dengan lebih banyak nuansa.” (Granneman & Sólo, 2023, p. 15). Buku ini adalah peta navigasi dan manifesto bagi mereka yang berpikir mendalam, merasa kuat, dan mendambakan dunia yang lebih menghargai kedalaman. - [Rubarubu #146 – Bicycles in American Highway Planning: Narasi Mobilitas Amerika](https://re-markasia.com/bicycles-in-american-highway-planning-narasi-mobilitas-amerika/): Di tengah hiruk-pikuk jalan raya yang didominasi deru mesin dan hiruk-pikuk kendaraan bermotor, pernahkah kita berhenti sejenak untuk bertanya: bagaimana nasib si tua sepeda? Di Amerika Serikat, sebuah negara yang begitu termasyhur dengan budaya mobil dan jalur antar negaranya, pertanyaan itu memiliki jawaban yang kompleks dan mengejutkan. Bruce D. Epperson dalam bukunya,  Bicycles in American Highway Planning: The Critical Years of Policy-Making, 1969–1991, mengupas tuntas periode kritis yang membentuk hubungan ambigu antara sepeda dan perencanaan jalan raya modern. - [Rubarubu #145 – Sales Management:  Lahirnya Sales Professional Modern](https://re-markasia.com/sales-management-lahirnya-sales-professional-modern/): Kisah Sarah dan Rina ini mencerminkan transformasi mendalam yang dijelaskan dalam buku " Sales Management: Analysis and Decision Making, Edisi ke-11, Thomas N. Ingram, dkk. (2024): "The most successful sales organizations today are those that have shifted from selling products to creating value and building long-term relationships," tulisnya. - [Rubarubu #144 – 21st Century Economics: Perjalanan Menelusuri Ide-Ide Pemikiran Ekonomi Masa Kini (bagian 2 dari 2)](https://re-markasia.com/21st-century-economics-perjalanan-menelusuri-ide-ide-pemikiran-ekonomi-masa-kini-2/): Perjalanan Menelusuri Ide-Ide Pemikiran Ekonomi Masa Kini - [Rubarubu #144 – 21st Century Economics: Perjalanan Menelusuri Ide-Ide Pemikiran Ekonomi Masa Kini (bagian 1 dari 2)](https://re-markasia.com/21st-century-economics-perjalanan-menelusuri-ide-ide-pemikiran-ekonomi-masa-kini/): Dari percakapan itulah lahir benih buku 21st Century Economics: Economic Ideas You Should Read and Remember yang diterbitkan Springer pada 2019. Frey dan Schaltegger mengundang puluhan ekonom terkemuka dari berbagai negara untuk menulis esai pendek tentang satu karya ekonomi abad ke-21 yang menurut mereka paling penting untuk dibaca dan diingat. Hasilnya adalah sebuah buku yang unik: bukan kumpulan bab biasa, tetapi semacam "pameran kuratorial" di mana setiap "kurator" memilih satu "koleksi" dan menjelaskan mengapa karya itu penting. - [Rubarubu #143 – Stolen focus: Menggalang Pemberontakan Kolektif](https://re-markasia.com/stolen-focus-menggalang-pemberontakan-kolektif/): Johann Hari dengan bukunya, Stolen Focus: Why You Can't Pay Attention and How to Think Deeply Again (2022), menolak narasi individualis yang menyalahkan diri kita sendiri. Melalui perjalanan ke berbagai negara dan wawancara dengan puluhan ilmuwan, psikolog, dan filsuf terkemuka, ia berargumen bahwa krisis perhatian kita adalah “sebuah krisis struktural”. Buku ini secara sistematis mengidentifikasi dua belas penyebab utama yang saling terkait, yang dapat dikelompokkan menjadi tiga lapisan: teknologis, sosio-struktural, dan biologis-psikologis. - [Rubarubu #142 – Alone Time: Kesunyian sebagai Seni Hidup Modern](https://re-markasia.com/alone-time-kesunyian-sebagai-seni-hidup-modern/): Buku ini lahir dari kegelisahan sekaligus keberanian pribadi penulis—seorang jurnalis perjalanan—yang memilih melakukan perjalanan seorang diri ke empat kota besar dunia, masing-masing pada musim yang berbeda: Paris (musim gugur), Istanbul (musim dingin), New York (musim semi), dan Tokyo (musim panas). Namun Alone Time bukanlah travel writing konvensional. Ia adalah meditasi panjang tentang kesendirian (solitude), bukan sebagai isolasi sosial, tetapi sebagai ruang refleksi, pemulihan, dan kebebasan eksistensial. - [Rubarubu #141 – Flux: Mengarungi Lautan Perubahan](https://re-markasia.com/flux-mengarungi-lautan-perubahan/): Ada sebuah kisah seorang nelayan di pulau banda.  Di tengah lautan yang berubah-ubah, ada seorang nelayan tua di Kepulauan Banda yang tidak hanya mengandalkan peta tradisional, tetapi juga membaca tanda angin musim, mengamati perubahan arus, dan bahkan menyambut informasi cuaca digital dari cucunya di kota. Ketika musim paceklik tiba, ia beralih memandu wisatawan untuk melihat paus, sekaligus merawat terumbu karang. Hidupnya bukanlah perlawanan terhadap perubahan, melainkan sebuah tarian yang luwes dengannya. Kisah nelayan Banda ini adalah gambaran sempurna tentang "Flux"—sebuah kondisi ketidakpastian yang konstan yang justru bisa ditransformasikan menjadi lahan subur untuk tumbuh, jika kita memiliki 'otot-otot mental' yang tepat. - [Rubarubu #140- The Splendid Book of the Bicycle: Sistem Hidup yang Selalu Dirakit Ulang](https://re-markasia.com/the-splendid-book-of-the-bicycle-sistem-hidup-yang-selalu-dirakit-ulang/): Pada suatu pagi musim panas di akhir abad ke-19, seorang pegawai kantor di London meninggalkan meja kerjanya lebih awal, menggulung lengan kemeja, lalu menuntun sepedanya ke jalan berbatu. Dalam hitungan menit, ia berubah dari roda kecil dalam mesin industri menjadi penjelajah bebas, meluncur ke pedesaan dengan wajah diterpa angin. Adegan-adegan seperti inilah—sederhana namun revolusioner—yang menghidupi semangat The Splendid Book of the Bicycle karya Daniel Tatarsky (Portico, 2016). Buku ini bukan sekadar sejarah alat transportasi; ia adalah perayaan tentang bagaimana dua roda mengubah cara manusia bergerak, memandang dunia, dan memaknai kebebasan. - [Rubarubu #139 – The Language of Trees: Kisah Pohon untuk Masa Depan (bagian 2 dari 2)](https://re-markasia.com/the-language-of-trees-kisah-pohon-untuk-masa-depan-2/): Kisah Pohon untuk Masa Depan - [Rubarubu #139 – The Language of Trees: Kisah Pohon untuk Masa Depan (bagian 1 dari 2)](https://re-markasia.com/the-language-of-trees-kisah-pohon-untuk-masa-depan/): Dari momen-momen kecil seperti inilah lahir The Language of Trees: How Trees Make Our World, Change Our Minds and Rewild Our Lives (Elliott & Thompson, 2024), sebuah buku yang bukan sekadar kumpulan esai tentang pepohonan, melainkan sebuah proyek cinta yang ambisius: menciptakan kembali bahasa untuk membaca dan menulis alam, dan melalui proses itu, memulihkan hubungan kita yang hampir putus dengan dunia yang lebih dari sekadar manusia . Katie Holten, yang pernah mewakili Irlandia di Venice Biennale dan telah berpameran di museum-museum ternama seperti Bronx Museum of the Arts dan Nevada Museum of Art, menggunakan keahliannya sebagai seniman untuk merangkai sebuah antologi yang unik . Buku ini adalah perluasan dari proyek sebelumnya, About Trees (2015), yang kini diperkaya dengan kontribusi baru dari para penyair, ilmuwan, dan aktivis terkini. Hasilnya adalah sebuah "surat cinta untuk dunia yang mulai memudar," seperti yang diakuinya sendiri di bagian akhir buku. - [Rubarubu #137 – Rural Places and Planning: Desa yang Tak Pernah Diam](https://re-markasia.com/rural-places-and-planning-desa-yang-tak-pernah-diam/): Buku Rural Places and Planning menyingkap kisah-kisah seperti ini sebagai jantung gagasan tentang gambar perdesaan saat ini. Alih-alih memandang pedesaan sebagai ruang statis—tertinggal, romantis, atau sekadar “belakang” dari kota—buku ini mengajak pembaca melihat desa sebagai ruang hidup yang kompleks, politis, dan terus dinegosiasikan dalam arus globalisasi, kapitalisme, krisis iklim, dan perubahan demografis. - [Rubarubu #136 – City of Trees: Dan Mendengarkan Cerita Mereka](https://re-markasia.com/city-of-trees-dan-mendengarkan-cerita-mereka/): Dari persimpangan antara kisah pribadi dan refleksi ekologis inilah lahir City of Trees: Essays on Life, Death & the Need for a Forest (Text Publishing, 2019), sebuah kumpulan esai yang ditulis Sophie Cunningham—penulis, editor, dan salah satu pendiri Stella Prize—yang mengajak pembaca berjalan perlahan melalui lorong waktu dan ruang, dengan pepohonan sebagai pemandu setia. - [Rubarubu #135 – The Sustainable Edge: Kesederhanaan, Keberanian, dan Nilai](https://re-markasia.com/the-sustainable-edge-kesederhanaan-keberanian-dan-nilai/): Kisah Andi adalah penggalan dari epidemi diam-diam di kalangan entrepreneur: sukses secara finansial namun bangkrut secara energi, waktu, dan hubungan. Inilah paradoks yang hendak dipecahkan oleh Ron Carson dan Scott Ford dalam buku mereka, "The Sustainable Edge: 15 Minutes a Week to a Richer Entrepreneurial Life" (2015). Buku ini bukan sekadar manual produktivitas, melainkan sebuah manifesto filosofis yang menantang definisi konvensional tentang kesuksesan bisnis. Carson dan Ford, sebagai praktisi terkemuka di industri keuangan, berargumen bahwa ketahanan (sustainability) sejati seorang entrepreneur terletak bukan pada pertumbuhan eksponensial semata, tetapi pada keseimbangan yang bijak antara Ambition, Balance, dan Contentment (ABC)—sebuah triad yang jika diabaikan, akan membuat kesuksesan menjadi bangunan rapuh yang siap runtuh menimpa pembangunnya. - [Halaman DRM #56 – Rumah Puisi: Kisah Huda Fakhreddine dan Rumah yang Hancur](https://re-markasia.com/rumah-puisi-kisah-huda-fakhreddine-dan-rumah-yang-hancur/): Kisah Huda Fakhreddine dan Rumah yang Hancur - [Halaman DRM #55 – Tiga Orang Asing untuk Satu Kemenangan](https://re-markasia.com/tiga-orang-asing-untuk-satu-kemenangan/): Tiga Orang Asing untuk Satu Kemenangan - [Rubarubu #134 – Reinventing Sustainability: Merawat Masa Lalu Untuk Cahaya Masa Depan](https://re-markasia.com/reinventing-sustainability-merawat-masa-lalu-untuk-cahaya-masa-depan/): Bagi Guttmann-Bond, penulis Reinventing Sustainability: How Archaeology Can Save the Planet (2019, Oxbow Books) masa lalu bukan sekadar museum kegagalan manusia, melainkan laboratorium panjang eksperimen keberlanjutan. Dalam bagian Forewords, Ia meletakkan fondasi argumentasinya: arkeologi bukan hanya disiplin yang memandang ke belakang, tetapi sumber pengetahuan praktis bagi masa depan planet ini. - [Rubarubu #133 – Leadership for Sustainability: Merajut Harapan yang Tersisa](https://re-markasia.com/leadership-for-sustainability-merajut-harapan-yang-tersisa/): Apa yang dilakukan Archana adalah sebuah praktik kepemimpinan yang oleh R. Bruce Hull, David P. Robertson, dan Michael Mortimer dalam buku Leadership for Sustainability: Strategies for Tackling Wicked Problems disebut sebagai "wicked leadership." Ini bukan tentang seseorang dengan jabatan tinggi yang memberi perintah dari balik meja kaca. Ini tentang kemampuan untuk menghubungkan apa yang tampak terputus, merajut kolaborasi di tengah perbedaan yang membentang, dan terus beradaptasi ketika peta yang kita pegang tiba-tiba berubah karena cuaca, politik, atau pasar yang tak pernah bisa ditebak. - [Sustainability17A #69- Marayakan Parasmu:  Empat Milyar Tahun Bumi   ](https://re-markasia.com/marayakan-parasmu-empat-milyar-tahun-bumi/): Marayakan Parasmu:  Empat Milyar Tahun Bumi    - [Sustainability17A #68- Membongkar Logika dan Ketidakadilan Proyek Karbon](https://re-markasia.com/membongkar-logika-dan-ketidakadilan-proyek-karbon/): Membongkar Logika dan Ketidakadilan Proyek Karbon - [Sustainability17A #67- Wajah Bumi: Seratus Tahun yang Lalu,Seratus Tahun Mendatang](https://re-markasia.com/wajah-bumi-seratus-tahun-yang-lalu-seratus-tahun-mendatang/): Wajah Bumi: Seratus Tahun yang Lalu, - [Rubarubu #132 – Extractive Imperialism in the Americas: Ketika Tanah Kaya, Warga Menjadi Miskin](https://re-markasia.com/extractive-imperialism-in-the-americas-ketika-tanah-kaya-warga-menjadi-miskin/): Narasi seperti ini bukan sekadar ilustrasi — ia mencerminkan realitas dari apa yang James Petras dan Henry Veltmeyer sebut sebagai “extractive imperialism” di Amerika (termasuk Amerika Latin dan Karibia), yaitu sebuah fase baru penjajahan ekonomi global yang menempat-kan ekstraksi sumber daya alam sebagai frontier atau perbatasan baru kapitalisme. Buku ini adalah upaya untuk memahami dan menyampaikan dinamika itu secara komprehensif dalam konteks sejarah dan kekinian. Kita akan berselancar menelusuri halaman demi halaman Extractive Imperialism in the Americas: Capitalism’s New Frontier karya James Petras dan Henry Veltmeyer  (dengan kontribusi oleh Paul Bowles, Dennis Canterbury, Norman Girvan, dan Darcy Tetreault; Brill, 2014). - [Rubarubu #131 – A Livable Future is Possible: Suara Chomsky dalam Bayangan Krisis Nyata](https://re-markasia.com/a-livable-future-is-possible-suara-chomsky-dalam-bayangan-krisis-nyata/): A Livable Future is Possible: - [Halaman DRM #54 – Pena Tinta: Ketika Noda Berceceran di Jubah](https://re-markasia.com/pena-tinta-ketika-noda-berceceran-di-jubah/): Pena Tinta: Ketika Noda Berceceran di Jubah  - [Rubarubu #130 – Competing Against Luck: Menggeser dari Karakter Produk Menuju Tujuan](https://re-markasia.com/competing-against-luck-menggeser-dari-karakter-produk-menuju-tujuan/): Buku Competing Against Luck: The Story of Innovation and Customer Choice (Clayton M. Christensen, Taddy Hall, Karen Dillon, dan David S. Duncan, 2016) mengulas fenomena itu. Karya terobosan dari almarhum Clayton Christensen dan rekan-rekannya ini menawarkan sebuah teori yang powerful—Theory of Jobs to Be Done (JTBD)—untuk memahami mengapa pelanggan benar-benar "mempekerjakan" suatu produk atau jasa. Buku ini berargumen bahwa inovasi yang sukses bukanlah soal keberuntungan atau sekadar mengeksekusi dengan baik, melainkan tentang memahami "pekerjaan" mendasar yang muncul dalam hidup pelanggan dan menciptakan solusi yang secara sempurna dapat menyelesaikan pekerjaan itu. - [Rubarubu #129 – Broken Heartland: Jantung Amerika yang Hancur](https://re-markasia.com/broken-heartland-jantung-amerika-yang-hancur/): Di sebuah pagi yang dingin di Hamilton County, Iowa, Everett Ferguson berdiri di depan gudang penyimpanan jagungnya yang kosong. Lelaki yang telah menggarap tanah yang sama selama empat dekade itu menatap langit kelabu dengan pandangan hampa. Dua tahun sebelumnya, ia masih meminjam uang untuk membeli traktor baru, percaya bahwa panen akan membayar semuanya. Namun ketika suku bunga melonjak dan harga komoditas jatuh bebas, bank datang mengambil alih. "Saya tidak pernah membayangkan akan kehilangan tanah ini," katanya pada suatu sore, suaranya bergetar antara kemarahan dan kesedihan yang dalam. "Tanah ini adalah jiwa kami." Kisah Everett hanyalah satu dari ribuan fragmen tragedi yang didokumentasikan Osha Gray Davidson dalam bukunya yang menggentarkan, Broken Heartland: The Rise of America's Rural Ghetto (1990). Davidson, seorang jurnalis yang tumbuh di Iowa, menyaksikan sendiri bagaimana tanah yang selama berabad-abad menjadi tulang punggung mimpi Amerika berubah menjadi wilayah yang dilanda keputusasaan, kemiskinan, dan kekerasan. - [Halaman DRM #53 – Fika : Ketika Secangkir Kopi …](https://re-markasia.com/fika-ketika-secangkir-kopi/): Fika : Ketika Secangkir Kopi ...  - [Rubarubu #128 – Bike Boom: Menuntut Hak Pesepeda di Jalan](https://re-markasia.com/bike-boom-menuntut-hak-pesepeda-di-jalan/): Pada suatu pagi musim semi di kota pesisir Inggris, seorang ayah mengantar anaknya ke sekolah bukan dengan mobil, melainkan dengan sepeda kargo. Di belakangnya, kotak kayu berisi tas sekolah dan bekal makan siang bergoyang pelan. Jalan yang dahulu macet kini dipenuhi pengendara sepeda dari berbagai usia. Adegan semacam ini—yang kini jamak di Copenhagen atau Amsterdam—menjadi simbol kebangkitan global bersepeda yang didokumentasikan dengan tajam oleh Carlton Reid dalam Bike Boom: The Unexpected Resurgence of Cycling (2017). Buku ini bukan sekadar kronik tren urban; ia adalah narasi tentang bagaimana sepeda—yang pernah dipinggirkan oleh dominasi mobil—kembali menjadi pusat percakapan tentang kota, kesehatan, teknologi, dan masa depan bumi. - [Rubarubu #127 – Rewild your mind: Dokter, Pohon, dan Resep yang Terlupakan](https://re-markasia.com/rewild-your-mind-dokter-pohon-dan-resep-yang-terlupakan/): Kisah inilah yang menjadi jantung dari Rewild Your Mind. Buku ini berargumen bahwa banyak penderitaan mental modern kita berasal dari suatu bentuk "penawanan"—kita telah terpisah dari lingkungan alami tempat kita berevolusi. "Rewilding" pikiran bukan tentang meninggalkan peradaban, tetapi tentang menjalin kembali hubungan yang hilang dengan alam sebagai panduan utama untuk ketenangan, ketahanan, dan kebahagiaan.  "We are not suffering from a chemical imbalance in our brains as much as we are suffering from an ecological imbalance in our lives," tulis Goldsmith, p. 45 tentang diagnosisnya. - [Rubarubu #126 – Critical Sustainability Sciences: Meruntuhkan Menara Gading](https://re-markasia.com/critical-sustainability-sciences-meruntuhkan-menara-gading/): Dari kegelisahan akan jurang pemisah inilah lahir sebuah buku penting berjudul Critical Sustainability Sciences: Intercultural and Emancipatory Perspectives yang disunting oleh Stephan Rist, Patrick Bottazzi, dan Johanna Jacobi, diterbitkan oleh Routledge pada tahun 2024 . Buku ini bukan sekadar tambahan lain dalam deretan panjang literatur keberlanjutan. Ia adalah sebuah manifesto. Sebuah upaya berani untuk membongkar fondasi ontologis yang selama ini mendasari ilmu keberlanjutan arus utama—yang disebut para editor sebagai "sains keberlanjutan" konvensional—dan membangun kerangka baru yang benar-benar emansipatoris dan interkultural. Lebih dari sekadar kritik, buku ini menawarkan jalan ketiga: sebuah ilmu yang tidak hanya berbicara tentang dunia, tetapi mau belajar dari dunia, terutama dari komunitas-komunitas yang selama ini dipinggirkan oleh narasi pembangunan. - [Rubarubu #125 – The BICYCLE: Mitos dan Keteguhan Berubah](https://re-markasia.com/the-bicycle-mitos-dan-keteguhan-berubah/): Pada suatu pagi musim panas tahun 1888, seorang perempuan bernama Annie Londonderry mengayuh sepedanya meninggalkan Boston untuk mengelilingi dunia. Ia bukan atlet profesi-onal, bukan pula penjelajah yang disponsori kerajaan. Ia seorang ibu dua anak yang menerima tantangan—dan taruhan—bahwa seorang perempuan tidak mungkin menaklukkan bumi dengan dua roda. Perjalanannya, yang kemudian tercatat dalam sejarah sepeda modern, bukan hanya kisah petualangan, tetapi kisah tentang bagaimana sepeda menjadi simbol kebebasan, emansipasi, dan mitos tentang manusia yang bergerak melampaui batas. Kisah seperti inilah yang menjadi denyut nadi buku The BICYCLE: The Myth and the Passion karya Francesco Baroni (White Star S.p.A., 2008): sepeda bukan sekadar mesin, melainkan artefak budaya yang membentuk imajinasi modern. - [Rubarubu #124 – Nomads of the Dawn: Tragedi di Ujung Hutan](https://re-markasia.com/nomads-of-the-dawn-tragedi-di-ujung-hutan/): Adegan ini, yang terekam dalam foto-foto mengharukan dalam buku Nomads of the Dawn: The Penan of the Borneo Rain Forest karya Wade Davis, Ian MacKenzie, dan Shane Kennedy (1995), bukan sekadar dokumentasi etnografis biasa. Buku ini adalah sebuah requiem, sebuah elegi, sekaligus sebuah perlawanan. Diterbitkan oleh Pomegranate Artbooks dengan format besar yang memungkinkan foto-foto MacKenzie dan David Hiser berbicara sekuat teksnya, buku ini membawa pembaca menyelami dunia Penan—salah satu komunitas pemburu-peramu nomaden terakhir di muka bumi—pada saat yang paling kritis dalam sejarah mereka. Seperti yang tertulis dalam sinopsisnya, "The Penan, one of the few remaining nomadic peoples of the rain forest, live in a place of indescribable beauty -- and all around them the forest is coming down at an alarming pace" . Di Sarawak, Malaysia Timur, laju penebangan kayu saat itu adalah salah satu yang tertinggi yang pernah diketahui dunia. - [Rubarubu #123 – Ancient Woods, Trees and Forests: Panggilan Memahami yang Kuno](https://re-markasia.com/ancient-woods-trees-and-forests-panggilan-memahami-yang-kuno/): Di sebuah lereng Gunung Sandras, di Barat Daya Turki, seorang ahli kehutanan bernama Alper H. Çolak berjalan perlahan di antara pohon-pohon cedar kuno. Ia berhenti di depan satu pohon yang batangnya begitu besar hingga butuh lima orang dewasa untuk memeluknya. Kulitnya berkerut dalam, seperti wajah tertua yang pernah ia lihat. Di bawah pohon itu, ia menemukan pecahan tembikar kuno, sisa-sisa perapian, dan batu-batu yang tersusun rapi—tanda bahwa ribuan tahun lalu, manusia telah duduk di tempat yang sama, berlindung di bawah naungan pohon yang sama. Çolak merenung: pohon ini telah menyaksikan lahir dan runtuhnya kerajaan, datang dan perginya peradaban, sementara ia sendiri tetap tegak, mencatat waktu dalam lingkar tahunnya yang tak terhitung jumlahnya. Pengalaman di Sandras Mountain ini, yang kemudian ia tulis bersama Simay Kırca dan Ian D. Rotherham dalam buku Ancient Woods, Trees and Forests: Ecology, History and Management, menjadi inti dari sebuah pertanyaan besar yang menggerakkan seluruh proyek ini: bagaimana kita bisa memahami dan merawat warisan hidup yang telah bertahan jauh melampaui ingatan manusia?  - [Rubarubu #122 – One Garden Against the World: Gerakan Berkebun untuk Keselamatan Dunia](https://re-markasia.com/one-garden-against-the-world-gerakan-berkebun-untuk-keselamatan-dunia/): Gerakan Berkebun untuk Keselamatan Dunia - [Rubarubu #121 – The Illustrated Oxford History of the World: Rekaman Jejak Peradaban](https://re-markasia.com/the-illustrated-oxford-history-of-the-world-rekaman-jejak-peradaban/): Pada suatu hari di awal abad ke-15, di pelabuhan Malaka yang ramai, seorang saudagar Tionghoa, seorang nakhoda Gujarat, dan seorang bangsawan Jawa mungkin berdiri bersama menyaksikan muatan lada dan kayu cendana. Masing-masing melihat dunia dengan peta mental yang berbeda: sang Tionghoa mungkin melihat "Dunia Pusat" yang dikelilingi oleh barbar; sang Gujarat melihat jaringan samudera Hindia yang dikuasai oleh angin muson; sang Jawa melihat mandala kekuasaan yang berpusat pada kerajaannya. Tidak satu pun dari mereka yang melihat "sejarah dunia" seperti yang kita pahami sekarang. Inilah tepatnya tantangan yang diambil oleh The Illustrated Oxford History of the World Edited by Felipe Fernández-ArmestoOxford University Press (2019). Buku ini, disunting oleh sejarawan visioner Felipe Fernández-Armesto, berusaha melampaui narasi Eropa-sentris yang dominan, bukan dengan sekadar menambahkan bab tentang "wilayah lain," tetapi dengan merangkaikan ulang peta waktu dan ruang sejarah itu sendiri, menunjukkan bagaimana umat manusia telah secara kolektif membentuk—dan dibentuk oleh—planet ini. - [Rubarubu #120 – Culture and Sustainability: Kestabilan dan Perubahan](https://re-markasia.com/culture-and-sustainability-kestabilan-dan-perubahan/): Saat ini, dunia menghadapi salah satu tantangan terbesar dalam sejarah umat manusia: menggeser sistem sosial, ekonomi, dan teknologi yang telah berakar dalam untuk mencapai masa depan yang berkelanjutan dalam batas-batas biogeofisik planet ini, sekaligus adil dan tahan lama. Namun, seperti yang ditegaskan oleh Janet Stephenson, perubahan sistemik semacam itu tidak akan tercapai tanpa perubahan budaya yang luas. Kalimat “kita perlu perubahan budaya” sering muncul dalam retorika pembangunan berkelanjutan, tetapi pertanyaannya adalah: apa arti perubahan budaya secara riil dan bagaimana cara memahami-nya secara analitis? Culture and Sustainability: Exploring Stability and Transformation with the Cultures Framework oleh Janet Stephenson (Palgrave Macmillan, 2023) menjawab pertanyaan itu dengan kerangka analitis yang distinctive, yang disebut cultures framework, untuk menjelaskan hubungan antara budaya dan hasil-hasil keberlanjutan. SpringerLink+1 - [Rubarubu #119 – Smithsonian history of the world in 1,000 objects:Cerita Sejarah dari Benda-benda](https://re-markasia.com/smithsonian-history-of-the-world-in-1000-objects-cerita-sejarah-dari-benda-benda/): Pada tahun 1922, saat Howard Carter pertama kali mengintip ke dalam makam Tutankhamun dengan cahaya lilin, ia ditanya apakah ia bisa melihat sesuatu. "Ya," jawabnya, hal-hal yang luar biasa. Yang ia lihat bukan hanya emas, tetapi hantu sebuah peradaban yang terperangkap dalam waktu—sebuah singgasana, sebuah kereta perang, papan permainan. Setiap objek adalah sebuah portal. Buku Smithsonian History of the World in 1,000 Objects beroperasi dengan prinsip yang sama: bahwa objek adalah kapsul waktu yang paling tangguh. Melalui 1.000 artefak yang dipilih dengan cermat—dari kapak tangan batu Olduvai hingga fragmen satelit Sputnik—buku ini menceritakan kisah manusia bukan melalui narasi raja-raja dan perang, tetapi melalui barang-barang yang kita buat, gunakan, sembah, tinggali, dan perangi. Ini adalah sejarah yang dipegang dengan tangan, sejarah yang dapat disentuh oleh imajinasi. - [Rubarubu #118 -Decolonising the Mind: Ketika Bahasa Menjadi Penjara Tak Terlihat](https://re-markasia.com/decolonising-the-mind-ketika-bahasa-menjadi-penjara-tak-terlihat/): Buku Decolonising the Mind lahir dari kesadaran itu—bukan sebagai karya sastra semata, melainkan sebagai manifesto intelektual dan politik tentang bagaimana bahasa bekerja sebagai alat dominasi, dan bagaimana pembebasan sejati hanya mungkin jika kolonialisme mental dilucuti hingga ke akarnya. - [Rubarubu #117 – The Anxious Generation: Penggilan untuk Bertindak](https://re-markasia.com/the-anxious-generation-penggilan-untuk-bertindak/): The Anxious Generation:  - [Rubarubu #116 – Team Turnarounds: Transformasi MenujuKeunggulan yang Berkelanjutan](https://re-markasia.com/team-turnarounds-transformasi-menuju-keunggulan-yang-berkelanjutan/): Buku mereka, Team Turnarounds, menjadikan kisah Michigan ini sebagai studi kasus sentral untuk mengupas sebuah “playbook” universal: bagaimana mengubah tim yang gagal, penuh konflik, dan berkinerja buruk menjadi pemenang yang kohesif dan percaya diri, baik di lapang-an, di kantor, maupun di organisasi mana pun.  "Turnarounds are not about changing the scoreboard; they are about changing the people who influence the scoreboard." – Frontiera & Leidl. Ini adalah inti dari argumen buku: fokus pada transformasi manusia dan budaya. - [Rubarubu #115 – Sustainable Leadership: Eudaimonia Bagi Organisasi Dan Ekosistemnya](https://re-markasia.com/sustainable-leadership-eudaimonia-bagi-organisasi-dan-ekosistemnya/): Clarke Murphy dalam buku Sustainable Leadership (2022) mengawali uraiannya bukan dengan teori, melainkan dengan pertemuan manusia. Clarke Murphy, seorang eksekutif pencari bakat global, berkumpul dengan sekelompok CEO legendaris seperti Paul Polman (Unilever), Feike Sijbesma (DSM), dan Zhang Yue (Broad Group). Mereka bukan hanya pemimpin bisnis; mereka adalah "builder"—pembangun yang berani membayangkan dan mewujudkan dunia yang lebih baik. Pertemuan ini mengkristalkan pertanyaan sentral Murphy: Apa yang membedakan para pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi mereka untuk kebaikan jangka panjang, dari mereka yang terjebak dalam siklus reaktif jangka pendek?Jawabannya, yang kemudian ia rangkum dalam buku ini, adalah kombinasi dari Visi, Keberanian, dan Kegigihan (Vision, Courage, and Grit) yang dipraktikkan secara bersamaan dan berkelanjutan. - [Rubarubu #114 – Developing Sustainability in Organizations: Sebuah Pendekatan Praktis](https://re-markasia.com/developing-sustainability-in-organizations-sebuah-pendekatan-praktis/): Kisah kecil itu merangkum inti buku Developing Sustainability in Organizations: A Values-Based Approach (Marco Tavanti, 2023): bahwa pembangunan berkelanjutan di organisasi paling efektif bila dimulai dari nilai, purpose, dan etos kepemimpinan, bukan sekadar metrik atau program terpisah. SpringerLink - [Rubarubu #113 – Two Wheels Good: Sepeda, Kegembiraan, dan Sebuah Misteri Modern](https://re-markasia.com/two-wheels-good-sepeda-kegembiraan-dan-sebuah-misteri-modern/):  Sepeda, Kegembiraan, dan Sebuah Misteri Modern - [Rubarubu #112 – THE SALE: Jualan Agar Dipercaya dan Sukses](https://re-markasia.com/the-sale-jualan-agar-dipercaya-dan-sukses/): Bayangkan seorang pemuda berbakat, Matt, yang tinggal di lingkungan yang keras di Chicago. Di tengah tekanan untuk bertahan hidup dan godaan jalanan, dia membuat pilihan yang akan menentukan hidupnya: menjual narkoba untuk uang cepat atau berpegang pada nilai integritas yang ditanamkan kakeknya. “Apakah hanya ini arti sukses?” Kisah ini bukan fiksi; ini adalah pengalaman nyata Alex Demczak, salah satu penulis, sebelum ia menemukan filosofi yang mengubah hidup dan kariernya.  Kisah nyata Matt ini adalah inti dari “THE SALE: The Number One Strategy to Build Trust & Create Success” (2022) karya Jon Gordon dan Alex Demczak. Buku ini bukan sekadar kisah inspiratif; ia menggunakan perjalanan hidup Matt — dari keputusan kritis di masa muda hingga menjadi seorang profesional sukses — sebagai landasan untuk mengajarkan filosofi bahwa transaksi sejati dan paling bernilai dalam hidup adalah menjual integritas Anda sendiri. Keberhasilan sejati, demikian argumen mereka, dibangun bukan dengan menjual produk kepada orang lain, tetapi dengan “menjual” atau sepenuhnya berkomitmen pada nilai-nilai inti Anda sendiri setiap hari (Gordon & Demczak, 2022). - [Rubarubu #111 – Participation, The New Tyranny?  Sebuah Refleksi Kritis](https://re-markasia.com/participation-the-new-tyranny-sebuah-refleksi-kritis/): Kisah seperti ini—yang berulang dalam berbagai variasi di Asia, Afrika, dan Amerika Latin—adalah latar sosial yang membuat Bill Cooke dan Uma Kothari menyunting buku penting berjudul Participation: The New Tyranny? (Zed Books, 2001). Buku ini lahir dari kegelisahan atas euforia “partisipasi” dalam dunia pembangunan internasional sejak 1980–1990-an. Setelah kegagalan pendekatan pembangunan top-down dan teknokratis, partisipasi dipromosikan sebagai koreksi moral dan metodologis. - [Rubarubu #110 – SPARK: Menumbuhkan Cahaya dalam Ketidakpastian](https://re-markasia.com/spark-menumbuhkan-cahaya-dalam-ketidakpastian/): Bayangkan seorang manajer muda di perusahaan teknologi: bukan bos divisi, hanya kepala proyek. Saat timnya menghadapi tenggat gila-gilaan, ia memilih berbicara jujur kepada klien, menarik staf yang terbakar keluar untuk istirahat, dan menanggung kritik demi kebaikan produk. Dalam beberapa minggu, tim itu membalikkan nasib proyek — bukan karena gelar sang manajer, tetapi karena tindakannya. Itu inti cerita yang mengusung buku ini: kepemimpinan adalah perilaku sehari-hari—keputusan, integritas, kredibilitas—bukan sekadar posisi di bagan organisasi. Barnes & Noble  “Leadership isn't about a job title — it's about action and behavior.” — SPARK: How to Lead Yourself and Others to Greater Success. Barnes & Noble   - [Rubarubu #109 -Essentials of Sustainability for Business: Panduan Bagi Bisnis Berkelanjutan](https://re-markasia.com/essentials-of-sustainability-for-business-panduan-bagi-bisnis-berkelanjutan/): Panduan Bagi Bisnis Berkelanjutan ## Pages - [LOMBA FOTOGRAFI RMA](https://re-markasia.com/lomba-fotografi-rma/) - [Event Venues](https://re-markasia.com/event-venues/) - [Venue Dashboard](https://re-markasia.com/venue-dashboard/) - [Submit Venue Form](https://re-markasia.com/submit-venue-form/) - [Event Organizers](https://re-markasia.com/event-organizers/) - [Organizer Dashboard](https://re-markasia.com/organizer-dashboard/) - [Submit Organizer Form](https://re-markasia.com/submit-organizer-form/) - [Pelatihan Penilaian Dampak Sosial-Batch 8](https://re-markasia.com/training-activity/pelatihan-penilaian-dampak-sosial-batch-8/): Bogor, 8–11 September 2025 – AiKnow by Remark Asia kembali menyelenggarakan Pelatihan Penilaian Dampak Sosial Batch ke-8 dengan tema “Menakar Risiko, Merancang Solusi”. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari kelas intensif di Hotel Salak The Heritage, Bogor, dan ditutup dengan 1 hari field trip ke Desa Cibulao sebagai lokasi praktik lapangan. - [HCV-HCS Lead Assessor ALS Integrated Training — Batch 08](https://re-markasia.com/training-activity/hcv-hcs-training-batch-08/): Mencetak assessor kompeten untuk memperkuat praktik keberlanjutan sektor lanskap - [Training Calendar 2024](https://re-markasia.com/training-calendar-2024/) - [Social Impact Assessment Training](https://re-markasia.com/social-impact-assessment-training/) - [Training Calendar 2021](https://re-markasia.com/training-calendar-2021/) - [Sertifikat](https://re-markasia.com/sertifikat/) - [Prakerja](https://re-markasia.com/prakerja/) - [Tokopedia](https://re-markasia.com/tokopedia/) - [HCVN ALS Report](https://re-markasia.com/hcvn-als-report/) - [Book](https://re-markasia.com/book/) - [Calendar 2022](https://re-markasia.com/calendar-2022/) - [Halaman DRM](https://re-markasia.com/halaman-drm/) - [HCV Concept Learning](https://re-markasia.com/hcv-concept-learning/): Kelas ini dibuka bagi unit manajemen (manager/staff) yang ingin memahami konsep dan prinsip penilaian High Conservation Value (HCV). HCV Concept Learning diadakan selama dua hari kelas atau setara dengan 16 jam belajar dengan metode presentasi dan diskusi. Materi yang disampaikan mencakup proses penilaian HCV secara keseluruhan, konsep dan latar belakang, metode penilaian HCV 1-6, dan proses review laporan oleh Quality Panel di HCV-Resource Network (HCV-RN). - [High Carbon Stock Training](https://re-markasia.com/high-carbon-stock-training/) - [HCV ALS Lead Assessor Training](https://re-markasia.com/hcv-als-training/) - [Training Activity](https://re-markasia.com/training-activity/) - [In-house training](https://re-markasia.com/in-house-training-2/) - [Fieldtrip](https://re-markasia.com/fieldtrip/) - [Top Course](https://re-markasia.com/top-course/) - [Contact Us](https://re-markasia.com/contact-us/) - [Training Calendar](https://re-markasia.com/training-calendar/) - [Facilitator Training](https://re-markasia.com/facilitator-training/) - [FPIC Concept Learning](https://re-markasia.com/fpic-concept-learning/): Free, Prior and Informed Consent is one important step before the plantation takes place in an area. According to FPIC toolkit issued by RSPO, there are six stages to FPIC, involving local and indigenous communities as the right holders. This training will provide the new guidance, on what changes, and how to do every step on FPIC. A committed plantation company must have their FPIC expert, one that understand the process thoroughly in order to avoid further social conflict. - [Social Impact Assessment Training (SIAT)](https://re-markasia.com/sia/) - [HCV + HCS Integrated Lead Assessor Training Course](https://re-markasia.com/hcv-hcs-integrated-lead-assessor/) - [Our Trainers](https://re-markasia.com/our-trainers/) - [About AiKnow](https://re-markasia.com/about-aiknow/) - [Galeri](https://re-markasia.com/galeri/) - [Clients](https://re-markasia.com/clients/) - [Free Prior and Informed Consent](https://re-markasia.com/free-prior-and-informed-consent/) - [Participatory Mapping](https://re-markasia.com/participatory-mapping/) - [Land Use Change Analysis](https://re-markasia.com/land-use-change-analysis/) - [High Carbon Stock](https://re-markasia.com/high-carbon-stock/) - [Organic Product](https://re-markasia.com/organic-product/) - [Agriculture Certification](https://re-markasia.com/agriculture-certification/) - [Forest Certification](https://re-markasia.com/forest-certification/) - [Product & Services](https://re-markasia.com/product-services/) - [Consultancy Services](https://re-markasia.com/consultancy-services/) - [Certification Support Initiative (CSI)](https://re-markasia.com/certification-support-initiative-csi/): An organization or business unit that wants to obtain a certificate or an increase in compliance with a certain standard certifications such as ISO 9001 (Quality Management System), ISO 14001 (environmental management system), OHSAS, Palm Oil Certification (RSPO, ISPO, ISCC), Forest certification (FSC, PEFC, LEI, SFM and SVLK). With programs designed for a certain period encouraged the company to be able to meet these standards to obtain a certificate. - [Hazard Identification, Risk Assessment and Control (HIRAC)](https://re-markasia.com/hazard-identification-risk-assessment-and-control-hirac/): To identify the hazards, risk assessment and control of workplace accidents and environmental pollution are usually called HIRAC (Hazard Identification, Risk Assessment and Control). There are three main parts to HIRAC, that is: an attempt to identify the hazards and character, followed by a risk assessment of the hazards that exist, after it was recommended efforts. Furthermore by business unit or organization is used to plan programs to minimize the risk of harm from its operations. - [Carbon Stock Assessment](https://re-markasia.com/carbon-stock-assessment/) - [Social Impact Assessment and Management](https://re-markasia.com/social-impact-assessment-and-management-2/): Social impact assessment is an assessment of the social impacts of an activity, operation or a project undertaken by an organization or business unit to the workers, community and the surrounding environment in order to reduce or mitigate the social impact of the project and operating or managing social issues which appears to be a positive impact on business units or organizations and surrounding communities. - [Quarterly discussion](https://re-markasia.com/indonesian-diskusi-tiga-bulanan/) - [Social Impact Assessment](https://re-markasia.com/social-impact-assessment/) - [High Conservation Value](https://re-markasia.com/high-conservation-value-assessment-and-management/): In November 2017 the Integrated HCV-HCSA Manual assessment was published as the official document for integrated HCV-HCSA assessments. Since then the companies who’s committed to HCV and HCS are able to conduct HCV-HCS Integrated assessment. - [Environmental/Social Risk Management](https://re-markasia.com/environmental-social-risk-management/): Environmental and social risk management involves: - [Environmental/Social Due Diligent](https://re-markasia.com/environmental-social-due-diligent/): An audit or investigation with certain standards required by prospective investors or other interested parties related to environmental or social aspects of the company to be taken over before any contract, transaction or agreement of both parties. - [Contact](https://re-markasia.com/contact/) - [Price List](https://re-markasia.com/price-list/) - [Education](https://re-markasia.com/education/) - [Animals](https://re-markasia.com/animals/) - [Home](https://re-markasia.com/): Re.Mark Asia provides certification, inspection and verification services related to sustainability and supply chains in the forestry and agricultural sectors, as well as new developing sectors such as mining and ecotourism. - [Re-Mark Asia](https://re-markasia.com/re-mark-asia/): Re.Mark Asia focuses on business activities in relation to consultancy services, certification, verification and inspection. Services cover sectors such as forestry, agriculture, mining and other new developing sectors. - [Who we are](https://re-markasia.com/who-we-are/) - [Job Dashboard](https://re-markasia.com/job-dashboard/) - [Post a Job](https://re-markasia.com/post-a-job/) - [FAQ](https://re-markasia.com/faq/) - [Remarkers on assignment](https://re-markasia.com/media-news/remarkers-on-assignment/) - [Consultancy Services](https://re-markasia.com/what-we-offer/consultancy-services/): An audit or investigation with certain standards required by prospective investors or other interested parties related to environmental or social aspects of the company to be taken over before any contract, transaction or agreement of both parties. - [Career with us](https://re-markasia.com/who-we-are/jobs/) - [Sustainability Audit](https://re-markasia.com/what-we-offer/sustainability-audit/) - [Training & Research](https://re-markasia.com/what-we-offer/training-research/) - [Downloads](https://re-markasia.com/media-news/downloads/) - [Sustainability inspirations](https://re-markasia.com/media-news/sustainability-inspirations/) - [Video](https://re-markasia.com/media-news/video/) - [Photo](https://re-markasia.com/media-news/photo/) - [News](https://re-markasia.com/media-news/news/) - [Clients](https://re-markasia.com/who-we-are/clients/) - [Networking and partnership](https://re-markasia.com/who-we-are/partners/) - [Management](https://re-markasia.com/who-we-are/management/) - [Legalities](https://re-markasia.com/who-we-are/legalities/) - [Our experience](https://re-markasia.com/who-we-are/our-experience/) - [Our Team](https://re-markasia.com/who-we-are/our-team/) - [Brief history](https://re-markasia.com/who-we-are/brief-history/) - [Purpose and vision](https://re-markasia.com/who-we-are/purpose-and-vision/) - [Media & news](https://re-markasia.com/media-news/) - [Projects](https://re-markasia.com/projects/) - [What we offer](https://re-markasia.com/what-we-offer/) - [Home](https://re-markasia.com/home/): The tagline above clearly reflect remark asia’s core business and core competence, which is sustainability. Remark Asia’s vision and products all involve sustainability issues. Remark Asia is a company that provides consultancy services in sustainable natural resource management. ## Events - [HCV–HCS Integrated ALS Training Batch 10](https://re-markasia.com/event/hcv-hcs-integrated-als-training-batch-10/) - [Forest Carbon Accounting Training](https://re-markasia.com/event/forest-carbon-accounting-training/): Berkat antusiasme dan tingginya minat yang kami terima melalui polling, AiKnow akhirnya menghadirkan Forest Carbon Accounting Training untuk menjawab kebutuhan kalian mengenai pengukuran stok karbon, perhitungan emisi dan serapan karbon. - [Masyarakat Adat](https://re-markasia.com/event/masyarakat-adat/) - [Patch Analysis for HCS](https://re-markasia.com/event/patch-analysis-for-hcs/) - [Manajemen & Monitoring HCV – HVS](https://re-markasia.com/event/manajemen-monitoring-hcv-hvs/) - [Social Impact Assessment (SIA) Training](https://re-markasia.com/event/social-impact-assessment-sia-training/): Melalui Social Impact Assessment (SIA) Training, pelajari metode dan pendekatan praktis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola dampak sosial. - [HCV–HCS Integrated ALS Training](https://re-markasia.com/event/hcv-hcs-integrated-als-training-2/): 📢 Halo Remakers, HCV–HCS Integrated ALS Training kembali dibuka! - [Monitoring Keanekaragaman Hayati dalam Konteks Pengelolaan Berkelanjutan](https://re-markasia.com/event/monitoring-keanekaragaman-hayati/): Dengan mengikuti pelatihan Monitoring Keanekaragaman Hayati, Manfaat yang akan kalian peroleh:✅ Menguasai teknik identifikasi satwa liar✅ Memahami metode survei dan monitoring keanekaragaman hayati✅ Mampu melakukan pencatatan, analisis data, dan pemantauan satwa liar ## Team Members - [Martari Sri Rahayu](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/martari-sri-rahayu/) - [Rose Mery](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/rose-mery/) - [Ajrini Shabrina, S.Hut](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/ajrini-shabrina-s-hut/): Ajrini Shabrina (atau Ajrin) meraih gelar Sarjana Kehutanan dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2015. - [Riyanda Yusfidiyaga, S.Hut](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/riyanda-yusfidiyaga-s-hut/): Riyanda Yusfidiyaga atau yang dipanggil ncek meraih gelar sarjana Kehuutanan dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2016. Tahun 2020 Ncek bergabung dengan PT Remark Asia sebagai tim GIS  dan database di divisi projek. Sebelumnya Ncek bekerja di Tambling Wildlife Nature Concervation (TWNC) sebagai staff konservasi bidang penelitian selama 2 tahun (2016-2018). Tahun 2018-2020 Ncek bekerja sebagai freelance untuk kegiatan kajian HCV-HCS dan monitoring biodiversitas. Ncek mengikuti beberapa pelatihan untuk mendukung pekerjaan diantaranya yaitu pelatihan HCV ALS Lead Assessor Training dan Carbon Accounting Training pada tahun 2020. Tahun 2021 kembali mengikuti HCV HCS Integrated Lead Assessor Training. Pada tahun 2022 ia pun mengikuti In House Traning Pemetaan menggunakan Drone. - [Dwi Budi Siswantono, S.Hut](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/dwi-budi-siswantono-s-hut/): Dwi Budi Siswantono (dipanggil Budi) memperoleh gelar Sarjana Kehutanan dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2017. - [Rhama Budiana, S.Hut](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/rhama-budiana-s-hut/): Rhama Budiana (atau Rhama) lulusan Sarjana Kehutanan dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB). - [Nanang Khairul Hadi, S.Hut, MSi](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/nanang-khairul-hadi-s-hut-msi/): Nanang Khairul Hadi (dipanggil Nanang) memperoleh gelar Sarjana Kehutanan pada tahun 2012 dari Fakultas Kehutanan IPB, Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE), dan gelar Master Sains pada tahun 2016 dari Sekolah Pascasarjana IPB, jurusan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL). - [Aslinda Nur Mazida, S.Pi, MSi](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/aslinda-nur-mazida-s-pi-msi/): Aslinda Nur Mazida yang biasa dipanggil Linda telah menyelesaikan pendidikan S1 IPB di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan pada tahun 2002, kemudian melanjutkan Sekolah Pascasarjana (S2) Institut Pertanian Bogor tahun 2007 pada Program Studi Ilmu Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Memulai karir pada perusahaan swasta tahun 2008. - [Sutji Rahaju Shinto, S.Sos, M.Si](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/sutji-rahaju-shinto-s-sos-m-si/): Sutji menyelesaikan pendidikannya di Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jurusan Komunikasi Massa pada tahun 1996. Lalu pada tahun 2016 meneylesaikan studi S2 di Program studi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Memiliki pengalaman bekerja sejak tahun 2000 disebuah lembaga yang bergerak di isu lingkungan dan investasi. Memiliki berbagai pengalaman dalam riset-riset yang berkenaan dengan pengelolaan sumber daya alam seperti Penelitian tentang dampak investasi di sektor kehutanan, dampak sosial budaya dan ekonomi terhadap keberadaan pabrik pulp and paper di beberapa daerah, dan pertambangan emas. - [Ir. Cecep Saepulloh, S.Hut](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/ir-cecep-saepulloh-s-hut/): Cecep Saepulloh memperoleh gelar Sarjana Kehutanan dari Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun1995. Ia memulai karir di Perusahaan Konsultan Kehutanan PT Pro Natres Development sebagai konsultan junior untuk menjalankan beberapa proyek yang terkait dengan studi kelayakan, AMDAL dan survei lapangan di Bidang Kehutanan selama 1 tahun (1995-1996). Kemudian bergabung dengan perusahaan pengelola hutan produksi (HPH/IUPHHK) dan industri kayu terpadu PT Kiani Lestari (Kalimanis Group) sebagai Kepala Seksi Perencanaan Hutan dan GIS dan juga bertanggung jawab untuk koordinator pengelolaan hutanlestari (SFM) selama 1996-2001. Isu-isu Kelestarian lingkungandan sertifikasi (label hijau) yang tumbuh kembang pada tahun2000 membuat daya tarik untuk bergabung dengan TUV Rheinland Indonesia sebagai perusahaan international dalam bisnis sertifikasi. - [Ir. Dwi Rahmad Muhtaman MPA](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/ir-dwi-rahmad-muhtaman-mpa/): Dwi Rahmad Muhtaman menyelesaikan sekolah S-2 (Master) pada Auburn University, US. Ia sebagai pendiri dan Direktur Re.Mark Asia bekerja untuk aspek-aspek sustainability termasuk Strategic Sosial and Environmental Management dan sebagai auditor pada Re.Mark Asia. Ia pernah menjadi konsultan pada Center for International Forestry Research (CIFOR) dalam beberapa proyek dan pernah bekerja sebagai Penasihat Teknis untuk the Sustainanable Supply Chain Linkages Program pada International Finance Corporation (IFC), Program for Eastern Indonesia SME Assistance. Dwi menggeluti isu-isu kebijakan pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia, khususnya berkaitan dengan aspek-aspek sosial dan sertifikasi. Sebagai auditor ia melakukan audit untuk kehutanan, kelapa sawit, kopi dan telah melakukan audit pada lebih dari 20 industri kayu dan lebih dari 25 manajemen konsesi hutan, melakukan audit untuk pemasok kopi dan kebun kopi juga audit untuk kebun kelapa sawit. Dwi merupakan auditor untuk aspek sosial. Saat ini aktif melakukan penilaian untuk perkebunan kelapa sawit (RSPO standars, sosial and environmental audit) dan high conservation value areas (HCVF). Dwi merupakan anggota dari Working Group RILO HCV, 2010-2011; Anggota dari Technical Committee of Forest Stewardship Council (FSC) for High Conservation Value Forest Concept Revision (2011); Anggota dari Biodiversity and High Conservation Value Working Group (BHCV WG) of RSPO, 2011; Founding member of Jaringan NKT Indonesia (HCV Network Indonesia), 2011; Anggota dari Expert Panel of HCV Resource Network, Oxford. - [Kostian Fitriyanti](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/kostian-fitriyanti-2/): Lulusan S1 Akuntansi di Binus University tahun 2022. Dan D3 komputerisasi akuntansi dari BSI tahun 2008. Pernah bekerja di salah satu perusahaan sepatu merk Nike sebagai staf keuangan di tahun 2009 – 2010, kemudian bekerja di perhotelan sebagai staf akunting di tahun 2010 - 2011. Mulai bergabung dengan Remark asia pada tahun 2012 sebagai staf keuangan dan akunting hingga sekarang. - [Daffa Nusantara](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/daffa-nusantara/): Daffa Nusantara lulusan SMK TARUNA TERPADU 1 jurusan multimmedia. Bergabung dengan Remark Asia di tahun 2021 sebagai Desainer Grafis. Membuat desain untuk berbagai keperluan Remark Asia dan AiKnnow - [Zhafira Rizky Amelia](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/zhafira-rizky-amelia/): Zhafira Rizky Amelia, S.Hut, M.Si Lulusan IPB University. Bergabung dengan Remark Asia di tahun 2021 sebagai staff marketing. Membantu administrasi marketing dan AiKnow menjadi bagian dari pekerjaan Zhafira. - [Sutji Shinto](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/sutji-shinto-2/): Sutji menyelesaikan pendidikannya di Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jurusan Komunikasi Massa pada tahun 1996. Lalu pada tahun 2016 meneylesaikan studi S2 di Program studi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Memiliki pengalaman bekerja sejak tahun 2000 disebuah lembaga yang bergerak di isu lingkungan dan investasi. Memiliki berbagai pengalaman dalam riset-riset yang berkenaan dengan pengelolaan sumber daya alam seperti Penelitian tentang dampak investasi di sektor kehutanan, dampak sosial budaya dan ekonomi terhadap keberadaan pabrik pulp and paper di beberapa daerah, dan pertambangan emas. - [Cecep Saepulloh](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/cecep-saepulloh-2/): Certification Specialist & Lead auditor.  Received a bachelor degree from the Faculty of Forestry, Bogor Agricultural University (IPB) in 1995. Kick started his career at the forestry consultancy company PT Pro Natres Development as a junior consultant for projects related to feasibility studies, EIAs and field surveys in the forestry sector from 1995 to 1996. He then joined the production forest management (HPH/IUPHK) and integrated timber industry company PT Kiani Lestari (Kalimanis Group) as Head Section of Forestry Planning and GIS, responsible for coordinating sustainable forest management from 1996 to 2001. Issues of environmental sustainability and green label certification which emerged in 2000 attracted him to join TUV Rheinland Indonesia as an international company working in the certification business. - [Dwi Rahmad Muhtaman](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/dwi-rahmad-muhtaman-2/): Licensed HCV lead assessor (by HCVRN) - HCV social and culture specialist, Social expert, RSPO lead assessor, FSC lead assessor.  Dwi Rahmad Muhtaman graduated with a degree in Social Economy from IPB in Bogor and got a Master’s degree from Auburn University in Public Administration.  He has considerable experience in project planning & management, sustainability assessment and appraisal in Indonesia, having been involved in numerous studies and consultancy projects over the past 20 years. He is especially knowledgeable in the area of forest certification, HCVs assessment, eco-labeling, socio-economic analysis, and social audits and has been involved in the development of HCVF toolkit for Indonesia and its audit/assessment.  His particular expertise lie in forestry issues, especially with regard to the social aspects thereof. Dwi is a member of Technical Panel of HCV Network based in Oxford, UK and founder and Chairman of Executive Board of Jaringan Nilai Konservasi Tinggi Indonesia (HCV Network Indonesia). - [Dwi Rahmad Muhtaman](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/dwi-rahmad-muhtaman/): Licensed HCV lead assessor (by HCVRN) - HCV social and culture specialist, Social expert, RSPO lead assessor, FSC lead assessor.  Dwi Rahmad Muhtaman graduated with a degree in Social Economy from IPB in Bogor and got a Master’s degree from Auburn University in Public Administration.  He has considerable experience in project planning & management, sustainability assessment and appraisal in Indonesia, having been involved in numerous studies and consultancy projects over the past 20 years. He is especially knowledgeable in the area of forest certification, HCVs assessment, eco-labeling, socio-economic analysis, and social audits and has been involved in the development of HCVF toolkit for Indonesia and its audit/assessment.  His particular expertise lie in forestry issues, especially with regard to the social aspects thereof. Dwi is a member of Technical Panel of HCV Network based in Oxford, UK and founder and Chairman of Executive Board of Jaringan Nilai Konservasi Tinggi Indonesia (HCV Network Indonesia). - [Cecep Saepulloh](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/cecep-saepulloh/): Certification Specialist & Lead auditor.  Received a bachelor degree from the Faculty of Forestry, Bogor Agricultural University (IPB) in 1995. Kick started his career at the forestry consultancy company PT Pro Natres Development as a junior consultant for projects related to feasibility studies, EIAs and field surveys in the forestry sector from 1995 to 1996. He then joined the production forest management (HPH/IUPHK) and integrated timber industry company PT Kiani Lestari (Kalimanis Group) as Head Section of Forestry Planning and GIS, responsible for coordinating sustainable forest management from 1996 to 2001. Issues of environmental sustainability and green label certification which emerged in 2000 attracted him to join TUV Rheinland Indonesia as an international company working in the certification business. - [Sutji Shinto](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/sutji-shinto/): Sutji menyelesaikan pendidikannya di Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jurusan Komunikasi Massa pada tahun 1996. Lalu pada tahun 2016 meneylesaikan studi S2 di Program studi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Memiliki pengalaman bekerja sejak tahun 2000 disebuah lembaga yang bergerak di isu lingkungan dan investasi. Memiliki berbagai pengalaman dalam riset-riset yang berkenaan dengan pengelolaan sumber daya alam seperti Penelitian tentang dampak investasi di sektor kehutanan, dampak sosial budaya dan ekonomi terhadap keberadaan pabrik pulp and paper di beberapa daerah, dan pertambangan emas. - [Kostian Fitriyanti](https://re-markasia.com/ctshowcase-team-member/kostian-fitriyanti/): Lulusan S1 Akuntansi di Binus University tahun 2022. Dan D3 komputerisasi akuntansi dari BSI tahun 2008. Pernah bekerja di salah satu perusahaan sepatu merk Nike sebagai staf keuangan di tahun 2009 – 2010, kemudian bekerja di perhotelan sebagai staf akunting di tahun 2010 - 2011. Mulai bergabung dengan Remark asia pada tahun 2012 sebagai staf keuangan dan akunting hingga sekarang. ## Real3D Flipbook - [Halaman DRM#20](https://re-markasia.com/?r3d=halaman-drm20) - [Sustainability 17A – #49](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-49) - [Company Profile Remark Asia](https://re-markasia.com/?r3d=company-profile-remark-asia) - [Sustainability 17A – #48](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-48) - [Sustainability 17A – #47](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-47) - [Sustainability 17A – #46](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-46) - [Sustainability 17A – #36 – The End of the Earth, Bumi Rumah Kita, Masihkah?](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-36-the-end-of-the-earth-bumi-rumah-kita-masihkah) - [Sustainability 17A – #39 – Pesan Masa Depan untuk Inovator Muda](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-39-pesan-masa-depan-untuk-inovator-muda) - [Sustainability 17A – #38 – Rame-rame Menaklukkan Armageddon Laut](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-38-rame-rame-menaklukkan-armageddon-laut) - [Bincang Buku #33](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-33) - [Bincang Buku #32](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-32) - [Bincang Buku #31](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-31) - [Sustainability 17A – 1](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-1-new) - [Bincang Buku #12](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-12) - [Bincang Buku #49](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-49) - [Bincang Buku #48](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-48) - [Sustainability 17A – #45 – Setelah 50 Tahun](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-45-setelah-50-tahun) - [Bincang Buku 8](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-8) - [Bincang Buku 7](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-7) - [Sustainability 17A – #44 – Optimisme Antropologi](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-44-optimisme-antropologi) - [Bincang Buku 47](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-47) - [Bincang Buku 6](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-6) - [LATIN – Pandangan Dari Situgede #5](https://re-markasia.com/?r3d=latin-pandangan-dari-situgede-5) - [LATIN – Pandangan Dari Situgede #4](https://re-markasia.com/?r3d=latin-pandangan-dari-situgede-4) - [LATIN – Pandangan Dari Situgede #3](https://re-markasia.com/?r3d=latin-pandangan-dari-situgede-3) - [LATIN – Pandangan Dari Situgede #2](https://re-markasia.com/?r3d=latin-pandangan-dari-situgede-2) - [LATIN – Pandangan Dari Situgede #1](https://re-markasia.com/?r3d=latin-pandangan-dari-situgede-1) - [Bincang Buku 5](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-5) - [Bincang Buku 4](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-4) - [Bincang Buku 3](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-3) - [Bincang Buku 2](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-2) - [Bincang Buku 1](https://re-markasia.com/?r3d=bincang-buku-1) - [Sustainability 17A – #40 – Keberlanjutan-dan-Sepakbola](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-40-keberlanjutan-dan-sepakbola) - [Sustainability 17A – #37 – Ketamakan](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-37-ketamakan) - [Sustainability 17A – #43 – Rurbanism.](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-43-rurbanism-2) - [Sustainability-17A-#41-Ketika-Delapan-Milyar-Menghuni-Bumi](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-41-ketika-delapan-milyar-menghuni-bumi) - [Sustainability 17A – #42 – Energi Masa Depan Masih Fossil Fuel](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-43-rurbanism) - [Halaman DRM – #5 – 2050, 2084](https://re-markasia.com/?r3d=halaman-drm-5-2050-2084) - [Halaman DRM – #4 – Keberanian Dalam Hidup](https://re-markasia.com/?r3d=halaman-drm-4-keberanian-dalam-hidup) - [Halaman DRM – #3 – Al-Khwārizmī, Algoritma dan Dunia yang Galau](https://re-markasia.com/?r3d=halaman-drm-3-al-khwarizmi-algoritma-dan-dunia-yang-galau) - [Halaman DRM – #01 – Artikel Pendek](https://re-markasia.com/?r3d=halaman-drm-01-artikel-pendek) - [Halaman DRM – #2 – Hello World](https://re-markasia.com/?r3d=halaman-drm-2-hello-world) - [GIS Talk – Pemanfaatan SIG dalam menentukan Areal NKT](https://re-markasia.com/?r3d=gis-talk-pemanfaatan-sig-dalam-menentukan-areal-nkt) - [Travelogue – 11 – G](https://re-markasia.com/?r3d=travelogue-11-g) - [Travelogue – 10 – Tapal Batas](https://re-markasia.com/?r3d=travelogue-10-tapal-batas) - [Travelogue – 9 – Inspira](https://re-markasia.com/?r3d=travelogue-9-inspira) - [Travelogue – 8 – Koprusi Versi Anti Korupsi](https://re-markasia.com/?r3d=travelogue-8-koprusi-versi-anti-korupsi) - [Travelogue – 7 – Pemberani (2)](https://re-markasia.com/?r3d=travelogue-7-pemberani-2) - [Travelogue – 6 – Pemberani (1)](https://re-markasia.com/?r3d=travelogue-6-pemberani-1) - [Travelogue – 5 – Gen C3000](https://re-markasia.com/?r3d=travelogue-5-gen-c3000) - [Travelogue – 4 – Jilin](https://re-markasia.com/?r3d=travelogue-4-jilin) - [Travelogue – 3 – Lenting](https://re-markasia.com/?r3d=travelogue-3-lenting) - [Travelogue – 2 – Sting](https://re-markasia.com/?r3d=travelogue-2-sting) - [Travelogue – 1- Jogging](https://re-markasia.com/?r3d=travelogue-1-jogging) - [Sustainability-17A-#20](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-20) - [Sustainability-17A-#19](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-19) - [Sustainability-17A-#18](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-18) - [Sustainability-17A-#17](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-17) - [Sustainability-17A-#16](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-16) - [Sustainability-17A-#15](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-15) - [Sustainability-17A-#14](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-14) - [Sustainability-17A-#13](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-13) - [Sustainability-17A-#12](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-12) - [Sustainability-17A-#11](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-11) - [Sustainability-17A-#10](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-10) - [Sustainability-17A-#9](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-9) - [Sustainability-17A-#8](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-8) - [Sustainability-17A-#7](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-7) - [Sustainability-17A-#3](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-3) - [Sustainability-17A-#6](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-6) - [Sustainability-17A-#5](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-5) - [Sustainability-17A-#4](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-4) - [Sustainability-17A-#2](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-2) - [Sustainability-17A-#1](https://re-markasia.com/?r3d=sustainability-17a-1) - [RMA Calendar 2022](https://re-markasia.com/?r3d=rma-calendar-2022)